Al-Insyirah

Kawanku yang dicintai oleh Allah Ta’ala, kalian mungkin pernah merasa tidak bersemangat saat kalian mengerjakan sesuatu yang positif dan mendukung hobi kalian.

Terkadang, peristiwa hilangnya semangat terjadi secara tiba-tiba saat kalian bahkan sedang berada di tengah aktivitas kalian.

Mungkin kalian pernah merasa apa yang sedang kalian lakukan akan berakhir sia-sia, meskipun kalian telah begitu bersemangat saat ingin memulai pekerjaan kalian tersebut.

Lalu bagaimana kita mengatasi hal ini?

Adalah surat Al-Insyirah yang merupakan sebuah surat dalam Al-Quran, yang turun saat Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin mendapat ejekan dan olok-olok dari orang-orang kafir. Surat Al-Insyirah ini turun sebagai bentuk dukungan dari Allah Ta’ala agar Nabi Muhammad saw senantiasa meneguhkan hatinya dalam berdakwah.

Namun surat Al-Insyirah bisa juga kita jadikan pedoman untuk memotivasi kita agar selalu fokus dengan setiap aktivitas atau hobi kita selama itu positif dan tidak melawan syariah.

Berikut kutipan surat Al-Insyirah, yang saya sorot dari ayat 5 hingga ayat 8:

Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
(QS. Al-Insyirah: 5-8)

Perlu diketahui terkadang manusia seringkali dirundung rasa bosan walaupun mereka sedang berada di tengah aktivitas yang mereka gemari.

Tak jarang pula, manusia kerap menemui hal yang sulit yang membuat ia ragu apakah hobinya akan memiliki timbal balik yang baik untuknya.

Dear, di sinilah Allah Ta’ala dua kali menegaskan bahwa setelah kesulitan ada kemudahan, jadi kalian tidak perlu khawatir jika kalian menemui saat di mana kalian merasa stuck.

Kemudian, setelah kalian selesai dari kegiatan kalian, jangan beri waktu kosong yang membuat kalian melamun dan berangan-angan, melainkan teruskanlah aktivitas kalian yang lain sebagai pemanfaatan waktu yang maksimal.

Namun ingat, waktu istirahat haruslah tetap diperhatikan.

Terlebih ayat di atas menegaskan bahwa kita harus tetap menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya tanpa harus terlalu memikirkan apakah hasilnya akan baik atau tidak karena hanya kepada Allahlah kita berharap (tawakkal).

Ibaratnya, “tidak ada hasil yang mengkhianati usaha” seakan-akan itu adalah maksud dari ayat tersebut.

Jadi, tetaplah kalian berusaha dan belajar. Jangan beri waktu untuk berkhayal lebih dan meratap. Tidak perlu memusingkan apakah aktivitas kalian akan berakhir baik atau tidak, yang penting kalian harus berusaha dengan maksimal dan gigih.

Kemudian ditutup dengan tawakkal, berserah diri kepada Allah Ta’ala untuk mengharapkan hasil yang baik. Atau sekiranya hasilnya masih dirasa kurang memuaskan, insyaAllah Allah Ta’ala akan memberikan kita jalan untuk terus memperbaiki karya-karya kita.


Wallaahu A’lam Bishshawaab

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas