Skala Masalah

Beberapa banyak yang heran mengapa beranda media sosial saya bersih dari keluhan masalah-masalah pribadi. Beberapa bahkan pernah bertanya apakah saya pernah terkena masalah, saya menjawab tentu saja iya. Masalah pribadi saya bahkan segunung.

Kemudian beberapa orang bertanya kembali mengapa saya seakan-akan seperti tidak punya masalah, saya hanya tertawa sedikit kemudian saya bercerita tentang apa yang terjadi pada diri saya yang sebenarnya, lalu secara dramatis mereka spontan mengusap-usap punggung saya. Dude, relax…

Saya tahu sulit sekali mencari orang yang dapat diajak mendengar tanpa harus mendapatkan penilaian awal. Maka dari itu, saya membuat ramuan saya sendiri agar saya tetap terlihat bahagia.


Tips Lebih Bahagia Ala Anandastoon #11

Skala Masalah

Setiap orang memiliki masalah mereka sendiri-sendiri. Dan yang sedang ingin saya sorot di sini adalah, setiap masalah memiliki intensitas masing-masing yang sebenarnya perlu untuk dicermati.

Misalnya, mungkin kita pernah mengalami masalah yang begitu ringan sehingga dapat kita abaikan dan masalah tersebut hilang dengan sendirinya. Atau kita mungkin juga pernah mengalami masalah yang begitu berat hingga kita benar-benar tidak dapat bangkit dari tempat duduk atau tempat tidur kita pada saat itu.

Saya membuat skala masalah saya sendiri untuk mengukur seberapa besar masalah pribadi saya yang sedang saya hadapi.

Bagi saya, skala masalah sangat penting guna mempersiapkan apa yang akan saya lakukan jika saya mendapatkan masalah di skala tersebut.

Mirip seperti pembagian skala Richter untuk mengukur seberapa kuat gempa bumi yang terjadi atau skala Fujita sebagai pengukur intensitas tornado. Pastinya semua skala itu dibuat untuk suatu tujuan bukan?

Pun sama dengan skala masalah. Inilah mengapa saya membuat skala masalah saya sendiri yang masih cukup subjektif. Kalian dapat membuat skala masalah kalian sendiri atau dapat merujuk dari skala masalah yang saya buat ini.

Berikut skalanya.

Skala Deskripsi
1 Agak mengganggu suasana hati, tetapi dapat dengan mudah diabaikan.
2 Sedikit membuat risih, produktivitas kerja mulai terpengaruh.
3 Memiliki potensi untuk merusak hari. Cukup untuk mengurangi semangat kerja pada hari itu secara drastis.
4 Kebanyakan wanita tidak akan kuat menahan tangis. Para pria terlihat cukup stres. Semangat kerja runtuh.
5 Konsentrasi terpecah, risiko pekerjaan tidak dapat diselesaikan sangat besar. Nafsu makan hilang.
6 Para pria mulai menitikkan air mata, berusaha untuk tetap terlihat tegar. Para wanita butuh dekapan kuat.
7 Para pria tidak dapat bangkit dari tempat duduk atau kasurnya. Para wanita mulai menjerit.
8 Ratap tangis terdengar pilu dan menyayat hati. Mungkin telah terjadi tragedi yang cukup mengerikan.
9 Jika tidak kuat, beberapa orang akan dapat dengan mudah menjadi gila atau bunuh diri.
10 Ambang batas kesanggupan manusia. Bahkan kematian lebih baik baginya.

Saya mulai mengklasifikasikan masalah saya yang datang dan saya sortir dari yang menurut saya memiliki skala paling besar.

Setelah itu saya mencoba mengingat-ingat kembali apakah sebelumnya saya pernah mendapatkan masalah di skala serupa untuk menggali kembali bagaimana akhir dari masalah tersebut hingga saya dapat ceria kembali sepenuhnya.

Jika saya sudah mendapat pencerahan dari pengalaman masa lalu, hal itu dapat membuat saya menjadi lebih tenang meskipun hati saya masih terasa seperti teriris-iris. It’s ok, luka yang telah diobati memang masih memerlukan waktu untuk benar-benar pulih.

Saya hanya mempersilakan hati saya ini bersedih, karena itu adalah bagian dari jalan hidup yang sehat.

Di sela-sela kesedihan saya pada saat itu, saya kembali mencari semangat dari apa-apa yang dapat memberikan inspirasi bagi saya, terutama yang dapat membuat pekerjaan saya selesai lebih cepat.

Dari inspirasi yang tercipta, motivasi dapat dengan mudah dibentuk.

Misalnya, saya mencari inspirasi dengan membaca artikel-artikel dan tips dari negara maju, bermain video game yang memiliki grafik dan programming yang kreatif seperti game-game besutan Jepang (favorit saya Mega Man), atau hanya sekedar mendengarkan musik-musik yang bertema alam seperti musik-musik ABBA di album terbaru.

Bahkan berolahraga dapat kembali meningkatkan semangat. Inilah mengapa di negara-negara maju, masyarakatnya banyak yang melakukan lari pagi. Selain dapat membuat lebih sehat, olahraga dapat meningkatkan hormon endorfin yang dapat mengurangi kadar stres.

Dengan ada skala masalah ini, kita juga dapat mengukur seberapa besar masalah yang dihadapi orang lain.

Pernahkah kita melihat ada orang lain yang sepertinya bagi kita masalahnya begitu sepele namun baginya mungkin terlihat begitu berat.

Kita dapat mengukur masalah orang lain dengan skala masalah yang telah kita buat, kemudian kita dapat memberikannya solusi atau hiburan berdasarkan dengan skala masalah yang sedang ia hadapi.

Semoga dengan adanya skala masalah ini dapat membuat kita lebih dapat menangani masalah kita sendiri dengan lebih baik karena solusinya telah terorganisir.

Dan semoga dengan skala masalah ini kita dapat memberikan solusi kepada orang lain dengan solusi yang lebih tepat sasaran.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas