Smartphone Samsung J5 Saya Jatuh Ke Air

Smartphone Samsung J5 Saya Jatuh Ke AirJika saya sedang malas ke kantor, saya biasanya mengerjakan kewajiban-kewajiban saya di kafe. Namun pada saat itu, entah kenapa saya merasa mules, sepertinya sebuah hajat yang tidak ingin ada kompromi ingin dikeluarkan. Akhirnya saya turun ke lantai dasar di mana toilet berada dan, alhamdulillah toilet sedang sepi.

Saya pun membuka celana dan menaruhnya di samping kloset. Seketika itu juga saya bersiap untuk melepas bom dan…

“Tok Tok Tok.”

“Ada orangnya nggak?” Suara dari luar menyahut. Suara anak kecil.

“Ada orangnya…” Saya merespon.

“Masih lama nggak? Udah kebelet ini… (mau BAB juga)”

Ah! Sial. Nyebelin banget sumpah! Akhirnya hajat saya tidak jadi saya keluarkan dan hanya dapat buang air ringan. Saya bersih-bersih setelah itu sambil menahan mules yang sepertinya juga ingin bermain-main dengan saya. Masalahnya itu seperti sembelit, ingin dikeluarkan namun susah. Ya sudah! Saya kembali pakai celana saya dengan rasa dongkol yang memuncak. Tiba-tiba.

“Prang, Bruk, Bress….”

Apa itu? Saya tiba-tiba menemukan smartphone saya tercebur di dalam lubang kloset, persis seperti gambar di atas. Mungkin membentur sisi kloset dulu sebelum benar-benar nyemplung. AAHHH!!! Saya langsung angkat dan cuci dengan air siraman (yang harusnya jangan). Kemarahan saya meledak, saya memukul, meninju, dan hampir membanting smartphone saya tersebut.

“No, you ain’t smartphone! You’re idiotphone!”

Maaf ya, saya emosi. Saya memang tempramental. 🙁


Di lantai atas saya tiup-tiup sisa air dan terus mencoba menyalakannya namun hanya bertahan sebentar dengan layar aneh seperti terkena radiasi dari UFOnya para alien kemudian benar-benar mati total. Saya masih tetap dongkol sekaligus agak panik. Akhirnya saya lepas semua komponen termasuk baterai dan SIM Card kemudian mulai searching di Eyang Gugel mengenai hal ini.

Ternyata di Inggris banyak ponsel rusak gegara jatuh ke toilet. Waduh.

Saya ternyata baca tips apa yang harus dilakukan ketika ponsel jatuh ke air, tips tersebut adalah:

  1. Jangan memukul-mukul perangkat yang basah (saya telan ludah).
  2. Jangan meniup-niup air di perangkat, khawatir air akan masuk lebih jauh (saya keringetan).
  3. Yang paling penting, jangan sekali-kali mencoba menyalakan perangkat yang basah, karena air dan listrik tidak dapat menyatu dan kemungkinan besar terjadinya korsleting sangat tinggi (saya hampir pingsan).

Aduh, aduh. Saya sudah langgar semuanya. ‘Nggak bilang dari tadi sih kalo nggak boleh begini begitu!’ Memang dasar saya saja searchingnya telat. Sekarang ponsel saya bagaimana. Kemudian saya baca tips yang lain,

  1. Lepaskan semua komponen ponsel, termasuk baterai, kartu SIM, dan memori eksternal (Ok sudah).
  2. Jemur hingga airnya menguap (Ini di kafe berAC, di luar pun hujan deras. Hopeless).
  3. Sedot dengan vakum agar air yang masuk ke perangkat dapat dikeringkan (ini apalagi).
  4. Kubur dalam tumpukan beras karena beras dapat menyerap air dengan sangat baik (ini lebih mustahil. Ok, di kafe ada beras, cuma gengsi saya bikin semuanya jadi tambah mustahil).

Ya sudah saya biarkan saja begitu. Paling tinggal di-service. Namun ternyata,

Harap segera datangi tempat perbaikan setelah HP tercebur, karena pihak sana tahu apa yang harus dilakukan sebelum air dapat merusak komponen perangkat.

Kemudian saya teringat HP adik saya yang langsung mati total setelah tenggelam di pantai. Campuran air dan garam merupakan komponen sempurna untuk membuat korosi di dalam perangkat. Haduuuhhh…

Saya pegang HP saya tiba-tiba memanas meski sedang mati total. Kebetulan, saya biarkan saja dengan harapan panas tersebut dapat membuat sisa-sisa air menguap. Tak beberapa lama, saya nyalakan kembali ponsel saya tersebut namun layar masih berwarna hijau terang dengan garis-garis menakutkan sebelum akhirnya mati kembali.

Ya sudah, saya biarkan lagi sambil harap-harap cemas. Saya lanjutkan pekerjaan saya dahulu. Komunikasi saya handle lewat telegram dan email. Beruntung Telegram tidak seperti WhatsApp yang harus tersambung dulu dengan perangkat sebelum dapat digunakan di versi webnya.


Dua jam kemudian, dengan gelisah saya menyalakan lagi smartphone saya. Sebuah layar terang dengan pola yang tidak jelas kembali muncul. Namun ada sesuatu yang saya kenal di dalamnya. Animasi tulisan “SAMSUNG”. Harapan-harapan mulai bangkit.

Layar home mulai tampil, lengkap beserta jam dengan notifikasinya. Tampilan berangsur-angsur jernih namun kecerahan layar masih terlihat berkedip.

“Ya Allah jangan mati lagi… jangan mati lagi…”

Saya periksa dengan sangat hati-hati segala sesuatunya tidak mengalami masalah. Terutama layar sentuh dan tombol-tombol lainnya. Perasaan lega mulai datang dan saya taruh kembali smartphone saya di meja kafe. Beberapa saat kemudian saya ingin mengecek kembali smartphone saya yang baru pulih itu, tetapi ketika saya nyalakan ternyata tidak bisa…

Mati lagi.

Saya nyalakan lagi dengan animasi tulisan “SAMSUNG” yang sekarang terlihat jelas. Smartphone saya berangsur-angsur stabil. Malamnya, saya mendengarkan musik dari sana dan suara masih nendang. Alhamdulillah, memang malam itu terkadang layarnya menjadi hijau total tidak jelas, namun musik masih terputar.

Namun kini, sekarang semuanya stabil seakan tidak pernah terjadi hal yang mengerikan tadi.


Tapi SIM 2 nya jadi tidak dapat difungsikan lagi… WAAAAA!!!

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Ingin me-request sesuatu untuk saya bahas/saya posting? Saya akan pertimbangkan saran pembaca semuanya. Saya membuka saran kalian di kategori jalan-jalan, atau masalah sosial, atau cerita horor. Pastikan tidak spam, promosi, atau request konten dewasa.

    Isi request kalian di sini:

    Surel Anda (wajib)

    Apa yang ingin Anda request, sebuah deskripsi singkat (wajib)

    Terima kasih. :)