Curug Cilandak

Ini adalah pengalaman lanjutan dari Curug Citiis sebelumnya.

Sebelumnya:

Seorang anak bandel bernama Anandastoon iseng ngubek-ubek daerah Jonggol dan hinggap di sebuah tempat wisata terabaikan bernama Curug Citiis.

Karena pas perjalanan pulang mendapatkan ‘biang kerok’ lain di dekat sana, akhirnya itu menjadi magnet yang menarik Anandastoon untuk hinggap juga kepadanya.

Dan inilah lanjutan petualangan ngebandel Anandastoon sepulangnya dari Curug Citiis.

๐ŸฅญDisimak ~


Lagi, masih serupa

Saya liat akses masuknya sudah ketutup beton jalan. Maksudnya, tinggi jalan masuk yang rusak begitu bener-bener udah beda tinggi sama beton jalan utamanya.

Pelan-pelan saya mulai masuk dengan roda depan si Kidil yang ngejeledug karena beda tinggi.

Pas di tengah-tengah begitu, saya ngedenger ada yang neriakin saya. Duh ilegalkah?

“Mau ka mana?” Seorang bapak bertanya sama saya dari jauh.

Saya jawab, “Ke Curug Cilandak…” dengan yakin dan tidak yakin.

Kemudian si bapak ngasih gestur tangan nunjuk ke arah akses masuk yang mana saya udah setengah masuk.

Oh dikirain apaan. Bayangan saya bakal diseret ke pengadilan gegara masuk ke tanah sengketa yang biasanya depannya suka ada papan peringatan yang isinya pasal-pasal serem begitu. ๐Ÿ˜…

Mulai masuklah saya setelah dilanjut dengan ‘jeledug’nya ban belakang si Kidil ke daerah entah yang saya cuma bisa bilang “bismillah” pas mulai telusur.

Betewe kayak ada orang lagi pada nyelesaiin bangunan mirip masjid gitu, mungkinkah tempatnya lagi dalam proses pembangunan?

Ya udah apa pun itu, sekarang trek yang saya lewatin yaaaa… masih lumayan primitif. Alhamdulillah lagi cerah, soalnya masih banyak tanah merah jalanannya, bakalan serem kalau becek gegara hujan.

Curug Cilandak

Jalanan masuknya lebih jauh daripada air terjun sebelumnya. Mungkin ada kali ya 500 meteran…

Sepanjang jalan akses masuk cuma ada saya sendiri. Sampai akhirnya saya liat ada di bawah ada bangunan aneh yang saya tebak itu gerbang masuknya.

Gak jauh dari sana, jalanan tanah itu tiba-tiba bercabang ke kanan, ke arah bangunan unik tersebut. Modal yakin, saya belok kanan, milih jalanan tanah yang menurun.

Eh, gak jauh ternyata saya udah sampe ke bangunan yang mirip loket masuk tapi kayak udah terabaikan begitu. Padahal keliatan punya dedikasi betul bangunannya.

Yaudah saya geletakin aja si Kidil di situ, saya cus masuk deh.

Curug Cilandak

Saya bimbang apa air terjunnya masih jauh atau…

Di tengah kebimbangan itu tiba-tiba air terjunnya cilukba sama saya. WAH UDAH NYAMPE AJA HOLEE!!!


Bingo!

Helm dan tas langsung saya buang di antara bebatuan. Tapi bentar, saya merasa ada sesuatu yang mirip ya? Ada kesamaan sama air terjun barusan yang saya kunjungin.

Nyatanya, kini cuma saya ada sendirian di tengah puing-puing reruntuhan. Ini kok ya ada apa tempatnya pada jadi nggak keurus begini? Tempat wisata bak kota mati kayak paska diterjang tornado atau godzilla atau entah.

Ini yang saya bandingkan dengan salah satu foto dari review di Google Maps tahun 2021 dengan yang lagi saya kunjungin sekarang.

Foto review, 2021

Curug Cilandak

Foto saya, 2023

Jembatannya udah pada gundul begitu. Ckckckck…

Udah jackpot dapet tiga air terjun yang kasusnya begini berturut-turut hehe… Bisa dapet apa ya dari Jackpotnya?

Saya hanya terpaku dan terangin-angin menyaksikan bekas-bekas peninggalan di tempat yang sebenernya bukan situs sejarah sama sekali.

Tersinari oleh mentari sore yang cantik, terhiasi oleh suara deburan air terjun… Oh iya air terjunnya lupa saya cuekin dari tadi waks!

Curug Cilandak

Air terjunnya nggak tinggi tapi suara deburannya lumayan yahood.

Meski airnya juga masih keruh karena endapan tanah dan bukan limbah, harusnya tetep bisa buat berendem.

Nah terus sekarang saya ngapain? Duduk di batu, ngedengerin suara syahdu air terjun, daannn cipak-cipuk pastinya ~

Bener-bener deh, saya kalau pindah kontrakan di sini bisa kali yak? Orang sepi sama sekali, seakan nggak terjamah tapi masalahnya udah tertata.

Setelah pintu masuk tadi juga sama kayak curug sebelumnya, ada pembangunan toilet sama kamar ganti yang nggak selesai terbangun. Apa peristiwa ini akan masuk buku sejarah?

Tapi kalau saya pikir-pikir mungkin karena aksesnya harus lewatin Jembatan Cipamingkis itu kali ya? Jadi beberapa orang mikir-mikir dulu atau bahkan ngeri sama suara jedag-jedug dari besi yang pada dilindes ban kendaraan.

Wah bisa muncul teori konspirasi nih wakakak, yaudalah saya maksimalin dulu cipak-cipuknya.


Giliran shownya Simbah

Wah udah jam setengah lima aja, pulang ah.

Intinya kegiatan cipak-cipuknya udah dapet ceklis dari to-do list saya di hari itu. Asik! Sekarang tinggal mungutin helm dan tas saya yang terserak di bebatuan.

Curug Cilandak

Oh iya, hari ini saya mau nurutin simbah Gugel yang dari tadi ngeyel pengen banget saya lewat Cileungsi. Fine, your wish will be come true mbah!

Saya keluar dari pintu masuk tanpa keluar seperak pun dari kantong celana saya, lagi.

Dengan menyeret Kidil dan memaksanya kembali melewati medan tangguh bebatuan campur tanah merah, saya terbayang-bayangi oleh sinar mentari sore.

Belom sunset sih, tapi yaudah cekrek terakhir deh.

Curug Cilandak

Yes, dengan ini seenggaknya koleksi foto saya nggak melulu biru dan hijau.

Akhirnya melewati kembali Jembatan Cipamingkisnya dan saya kayaknya mulai terbiasa sama orkestra sumbangnya si pijakan besi. Kemudian lewat Cileungsi deh…

Eh tapi macet beud sampe beberapa kilo, yang ternyata itu gegara pertigaan yang kendaraan dari mulai sepeda motor, mobil, sama truk pada nempel nunggu giliran.

Nggak ada lampu lalu lintas juga sih sepanjang itu.

Baru nemu lampu lalu lintas satu di bawah Flyover Cileungsi dan itu pun nggak nyala. Lalu saya ambil arah Narogong.

Lucu juga nama jalannya Narogong. Sepenting apakah orang atau gongnya sampai pas naruhnya jadi nama jalan? Menarik buat nilik sejarahnya.

Katanya jalan Narogong itu serem, banyak banget makan korban jiwa karena kecelakaan ditambah jalanan itu langganan dilewatin truk kontener.

Tapi sebenernya jalanannya gak jelek-jelek banget, bahkan nggak terlalu ramai dan malah cukup banyak yang sepi jadi saya bisa agak ngebut.

Cuma karena udah sore menjelang maghrib, entah saya nggak bisa liat detail aspalnya atau gimana, yang saya lihat itu aspalnya mulus tapi kendaraan saya kok jedag-jedug kayak lewatin bebatuan ya? Nggak rata mungkin aspalnya, lumayan bahaya juga sih bagi saya.

Saya akuin lewat Narogong cuma setengah jam, dengan tiba-tiba udah sampai Bekasi Barat tinggal lanjut deh ke arah Jakartanya. Keburu banget maghrib di Jakarta, masih setengah tujuh malah.

Oh iya btw, saya sempet mikir kalau di Curug Cilandak itu saya bakal nemu sanak familinya Sonic The Hedgehog. Soalnya ya… landak.

Pada akhirnya sama seperti Curug Biawak yang jadi sumber penamaannya justru nggak saya temuin sama sekali. ๐Ÿ˜


Galeri

Kayaknya nggak ada galeri kali ini, semua fotonya udah saya tempel di atas semua. Sorry ~

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
๐Ÿค— Selesai! ๐Ÿค—
Anandastoon telah memiliki ikhtisar dan visualisasi tentang kemana saja Anandastoon telah ngebandel selama ini. Klik di sini.

  • Sebelumnya
    Senasib Setujuan 1: Bogor Jonggol, Curug Citiis

    Berikutnya
    Di Luar Ekspektasi: Bogor Pamijahan, Curug Walet


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. ๐Ÿ˜‰

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. ๐Ÿ˜Š


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. ๐Ÿ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. ๐Ÿค—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Atau, sedang tidak ingin mengisi poll?

     

    Wah, poll telah selesai. ๐Ÿค—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll ๐Ÿ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya Anandastoon akan menebak rekomendasi artikel yang kamu inginkan ~

    Heihei maihei para pembaca...

    Selesai membaca artikel Anandastoon? Mari, saya coba sarankan artikel lainnya. ๐Ÿ”ฎ

     

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya kamu bisa main game langsung di artikelnya.

    Permainan di Artikel

    Bermain dengan artikel yang baru saja kamu baca? ๐Ÿ˜ฑ Kek gimana tuh?
    Simpel kok, cuma cari kata dalam waktu yang ditentukan.

    Mempersiapkan game...

    Aturan Permainan

    1. Kamu akan diberikan sebuah kata.

    2. Kamu wajib mencari kata tersebut dalam artikel.

    3. Kata yang ditemukan harap diblok atau dipilih.
    Bisa dengan klik dua kali di laptop, atau di-tap dan tahan sampai kata terblok.

    4. Terus begitu sampai kuota habis. Biasanya jumlahnya 10 kuota.

    5. Kamu akan berhadapan dengan waktu yang terus berjalan.

    6. DILARANG Inspect Element, CTRL + F, atau find and replace. Juga DILARANG berpindah tab/windows.