10 Cerita Horor dari Luar Negeri, Bag. 1

Cerita Horor dari Luar Negeri

Saya berpikir untuk sekali-kali memposting cerita-cerita horor dari luar negeri berdasarkan pengalaman-pengalaman nyata dari orang-orang. Ini hanya cerita horor biasa, tanpa plot twist, tanpa kejutan apa pun, dan tanpa sesuatu yang dibuat-buat. Bedanya dengan cerita horor yang sering kalian dengar dari teman atau kolega kalian, yang ini saya kutip dari bahasa yang berbeda di internet hehe…

Silakan dinikmati cerita impor berikut ~


Tembok Palsu

Kakekku menemukan dan merobohkan dinding palsu yang berisi ruang tersembunyi.

Ketika kakek-nenekku membeli rumah baru mereka untuk keluarga 10 orang, kakekku menemukan dinding palsu di lantai atas. Dia merobohkannya untuk membuat lebih banyak ruang untuk keluarga. Di belakang tembok tersebut tersimpan pakaian anak-anak dan mainan-mainan, seakan-akan pemilik rumah yang lama berpindah rumah dengan tergesa-gesa.

Ibuku bercerita padaku ketika ia duduk di kamar tersebut dan sesuatu terlihat melingkari dinding di sekitarnya seperti wallpaper yang disobek oleh seseorang. Ketika ibuku pindah kamar, bibiku yang menempati kamar tersebut. Tetapi dia selalu bangun dengan foto-foto yang dia gantung di dinding, bertumpuk di atas dadanya di pagi hari.

Sepupu-sepupuku juga memiliki kisah-kisah tentang suara langkah kaki menaiki tangga dan berhenti di luar pintu kamar tersebut di tengah malam. Aku sendiri masih tidak ingin menempati kamar itu karena di dalamnya tiba-tiba selalu dingin dan aku merasa ada goncangan aneh di sana. Bahkan dalam ketika aku mulai beranjak dewasa, aku pernah memiliki mimpi seram yang terjadi di lantai atas mereka.

– DickRubnuts

Pindah Apartemen

Aku tinggal di sebuah apartemen tua pada tahun 2002. Tempat itu dibangun pada tahun 1900, jadi sudah berusia lebih dari 100 tahun ketika aku pindah. Ruang tamu dan dapurnya baik-baik saja, tetapi kamar mandi dan kamar tidur kami mengerikan, seperti aku selalu merasa diawasi, terutama di kamar tidur jika pintu lemari terbuka. Perasaan mengerikan itu mereda ketika aku mulai menempati kamar itu. Aku merasa aman di kamar tidur, tetapi hanya jika pintunya terkunci.

Suatu malam aku sedang tertidur lelap ketika ada suara keras di pintu kamarku. Aku terbangun dan kuberanikan diriku untuk turun dari tempat tidur, aku memeriksa apartemen dan semua jendela ditutup serta dikunci dari dalam. Pintu depan masih dirantai dengan ketat, jadi tidak akan ada orang di sini. Aku ingat lemari yang di kamar tidur, aku tahu bahwa aku tidak pernah ingin masuk ke sana, dan aku tidak pernah ingin jika pintu terbuka. Untuk beberapa alasan, di kepalaku aku akan mendengar suara desah. Jadi untuk alasan itu, lemari tetap tertutup.

Sebulan lebih setelah kasus dentuman di pintu, aku sedang tertidur lelap. Tetapi sesuatu membangunkanku, dan itu adalah sebuah tekanan padaku seperti ditekan oleh sesuatu. Kamar aku sedang dalam keadaan gelap gulita jadi aku tidak bisa melihat apa-apa, tetapi aku tahu ada yang berdiri di dekatku. Ketika akhirnya aku bisa menyalakan lampu di samping tempat tidur, tidak ada seorang pun di sana. Setelah itu aku tidak bisa tidur dalam gelap, aku harus tidur dengan lampu menyala. Kejadian itu membuatku takut.

Dan setelah itu perasaan diawasi semakin kuat. Setiap temanku yang datang kemari, berkomentar tentang perasaan tidak nyaman mereka di kamar mandi seperti juga sedang diawasi. Hal itu membuatku sangat tidak nyaman, ketika aku memiliki kesempatan untuk pindah ke unit lain, aku pindah ke sana. Akhirnya aku dapat berkemas dan keluar dari apartemen berhantu itu.

Setelah diriku, beberapa orang yang menyewa apartemen, dan mereka akan pindah dalam beberapa bulan. Aku menjadi kasihan dengan manajer gedung, dan aku mengatakan kepadanya bahwa tempat itu dihantui. Dia agak menertawakannya.

Bertahun-tahun kemudian, mereka merenovasi tempat itu, manajer gedung sedang melukis di sana dan pemilik gedung juga ada di sana. Aku pergi dan memeriksa apartemen, dan kini apartemen itu terlihat lebih bagus, tidak terasa menyeramkan. Aku harus berbicara dengan pemilik gedung, dan melalui percakapan dia hanya mengatakan bahwa seorang mantan penyewa bunuh diri di lemari dengan menggantung diri.

Dia juga menyebutkan bahwa arsitek asli bangunan ini tinggal pula di apartemen ini, dan meninggal di sini juga. Aku tidak marah ketika mendengar itu, justru aku semakin merasa bahwa apa yang aku alami adalah nyata.

– tightiewhities37

Tangisan Bayi

Ketika aku masih di sekolah menengah, pamanku akan memberikanku beberapa dolar untuk membantu mengasuh anak-anaknya dengan bibiku. Mereka tinggal di rumah berlantai dua di tepi air, daerah yang indah. Anak-anak mereka berusia sekitar 3 dan 6.

Suatu hari saat aku sedang duduk di ruang kerja mereka, sibuk dengan ponselku ketika aku mulai mendengar bayi menangis. Aku pikir itu adalah anak berusia tiga tahun, jadi aku menuju ke bawah tangga untuk memeriksa dan melihat apakah bibiku ada di sana, sedang mengurusi sepupuku itu. Aku memanggilnya beberapa kali tanpa jawaban. Bayi itu terus menangis. Aku memanggilnya sekali lagi, dan ketika aku tetap tidak mendapat jawaban, aku mulai menaiki tangga. Lalu aku mendengar sepupu dan bibiku bermain di luar.

Semua rambut di tubuh aku berdiri dan aku benar-benar merasakan hawa dingin di tulang belakangku. Aku diam-diam berbalik, berjalan menuruni tangga, masuk ke mobilku dan pergi. ‘Bayi’ itu masih menangis ketika aku menutup pintu di belakangku.

Beberapa tahun kemudian ketika aku sedang berada di pesta keluarga, aku menceritakan kisah yang kualami waktu itu. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia dan istrinya juga biasa mendengar suara bayi itu, dan ternyata pemilik sebelumnya memiliki seorang anak yang meninggal karena SIDS (kematian medadak kepada bayi) di kamar atas.

Bibiku adalah seorang Katolik yang taat dan mengadakan misa untuk bayi tersebut. Dia mengatakan setelah itu tidak pernah terdengar lagi suara tangis bayi tersebut. Tetap saja kejadian itu selalu membuatku gelisah setiap diriku membicarakannya.

– urgehal666

Pemanggilan Arwah

Di sekolah menengah, aku dan teman-temanku bermain-main dengan papan Ouija pada suatu malam. Kami telah melakukannya sebelumnya dan tidak ada yang hal luar biasa yang pernah terjadi. Kami biasanya melakukannya untuk mencoba dan menakut-nakuti satu sama lain atau kekasih kami. Jadi kami semua berpikir itu hanya untuk lelucon. Malam itu tidak ada orang lain di rumah kecuali tujuh dari kami dan kami semua berada di sekitar papan. Salah satu gadis di sana ingin mencobanya. Dia belum pernah melakukannya sebelumnya.

Kali ini berbeda. Papan itu salah mengeja beberapa kata dengan cara yang sama setiap kali. Dia memberikan jawaban yang tampaknya benar-benar akurat secara historis untuk kota kami (hal-hal yang sebelumnya tidak kami ketahui atau pedulikan). Singkat cerita, sang ‘arwah’ mengklaim itu adalah anak laki-laki berusia 10 tahun yang meninggal di sebuah bangunan pada tahun 1800-an dan dimakamkan di daerah tersebut tanpa tanda kuburan seperti batu nisan atau tanah yang menonjol (kebetulan rumah temanku itu berada di sebuah pertanian di pinggir kota).

Kami semua sedikit takut karena papan tidak pernah begitu detail dan konsisten. Namun, kami masih skeptis dan kami semua berasumsi salah satu dari kami berusaha menakut-nakuti sisanya.

Akhirnya, temanku bertanya apakah arwah dapat melakukan sesuatu untuk membuktikan bahwa dia ada bersama kami. Papan itu pergi ke arah “Ya” dan kemudian tereja “k-e-t-u-k”. Setelah itu planchette/pengejanya berhenti bergerak. Kami semua menatapnya diam-diam dan kemudian ada suara ketukan di jendela tepat di sebelah kami. Lampu menyala di luar dan sama sekali tidak ada orang di luar sana.

Kami tidak pernah menyentuh papan tulis itu lagi setelah itu.

– ExcrementCranium

Melihat Arwah Pembunuhan

Aku punya beberapa cerita seram dari ibuku jadi aku akan menceritakan kisahnya. Ketika ibuku masih muda, dia dan sekelompok teman sedang mengemudi di jalan yang sunyi di malam hari dan ada sebuah rumah yang mereka lewati yang memiliki jendela menyala di atas sehingga mereka melambat untuk melihat ke atas dan dia berkata ada lentera di jendela dan seorang lelaki dan seorang wanita duduk saling berhadapan.

Dia kemudian berkata bahwa seorang lelaki kedua mengenakan topi terlihat, berjalan di belakang wanita itu dan mulai mencekiknya. Pada titik ini ibuku dan teman-temannya ketakutan dan pergi. Ketika mereka kembali untuk melihat apa yang telah terjadi, mereka tidak lagi melihat sebuah jendela melainkan hanya sebuah terpal sehingga mereka tidak tahu apa yang telah mereka saksikan yang pada akhirnya mereka setuju bahwa mereka baru saja melihat hantu.

– Judentude

Hantu Kakek Tua

Suatu malam aku dan adik lelakiku tidur di kamar kakak perempuanku di kamarnya pada malam Jumat ketika kami masih kecil. Ketika kami bangun keesokan paginya cermin dari dinding kamarnya ada yang melepas dan tiba-tiba berada di antara diriku dan adikku. Aku terbangun menatap bayanganku di cermin tersebut. Aku masih merinding ketika memikirkan semua hal itu sendiri, aku melihat teman-teman dan keluargaku di cermin tersebut. Termasuk hantu seorang lelaki tua yang sering kali kulihat di kamarku, saat sedang sendirian.

– Chemical_Robot

Rumah Berhantu

Aku telah memposting cerita di masa lalu sebuah kisah tentang beberapa hal aneh yang aku lihat di hutan sewaktu aku berada di rumah kakek-nenekku. Intinya, siluet rusa di tirai tiba-tiba berubah menjadi siluet seorang pria. Ada yang bilang bahwa itu Skinwalker atau Wendigo, aku tidak tahu.

Rumah tempat kami tinggal sudah kami huni selama sekitar tujuh tahun. Banyak hal aneh terjadi di rumahku itu (kau dapat mendengar suara-suara bergumam dari waktu ke waktu, aku melihat bayangan seseorang, melihat seseorang atau memasukkan kepala mereka ke ruanganku sesekali). Tidak ada yang terasa bahwa sosok-sosok tersebut berbahaya, tetapi aku tidak yakin juga, karena saat aku dan ibuku berdua pergi ke ruangan depan di malam hari, aku dan ibuku sama-sama merasa ada sesuatu yang mengawasi dan apa pun itu, mereka tidak bersahabat.

Pada suatu malam, sekitar tengah malam atau lebih, aku merasa ingin mengemudi ke toko grosir 24/7 karena aku ingin membeli beberapa makanan ringan. Ketika aku melangkah keluar dari pintu depan, aku melihat sesuatu dari sudut mata, dan berbalik untuk melihat.

Ada sesuatu yang sangat tinggi mengambang di luar jendela saudaraku. Itu tampaknya tertutup oleh kain yang pernah putih, tetapi sangat kotor sehingga menjadi cokelat dengan lumpur dan kotoran, semakin kotor jika semakin dilihat. Tidak ada kaki yang terlihat, tidak ada mata atau wajah, tetapi aku tahu sosok tersebut menatap jendela saudaraku. Ketika aku menatapnya, sesuatu itu tiba-tiba ‘menengok’ ke arahku dan tatapannya membuatku tidak dapat bergerak.

Satu atau dua detik berlalu, namun rasanya seperti sangat lama sosok itu menatapku. Pada akhirnya sosok itu melihat kembali ke jendela, mulai terbang ke atas, dan kemudian menghilang. Tepat saat sosok itu menghilang ke arah pohon, ada gerakan di bagian atas pohon tersebut, kemudian salah satu burung hantu lingkungan kami datang untuk bertengger di sana. Di satu sisi rasanya burung hantu datang untuk membelaku, mungkin.

Kalau dipikir-pikir, aku pikir aku tidak pernah memberi tahu adikku tentang hal itu. Namun aku pikir sepertinya aku wajib memberitahunya akan peristiwa ini.

– Kii_at_work

Wanita Tua di Halaman Rumahku

Kami pindah ke rumah tiga lantai tua yang dibangun pada pergantian abad. Rumah itu dulunya dimiliki oleh seorang wanita lajang selama bertahun-tahun sebelum dijual kepada seorang pria, dan kemudian akhirnya kami membelinya yaitu suamiku dan ibunya.

Dibutuhkan banyak upaya untuk memperbaiki banyak bagian rumah, tetapi untungnya tetangga sebelah adalah seorang kuli bangunan. Dia datang untuk melakukan pekerjaan sementara nenekku mengunjungi orang tuaku di kota lain. Sebelum pulang sang tetangga berkata, “Nenekmu selalu terlihat bekerja di kebun, hebat sekali!”

Setelah kutanya sedikit, aku menyadari dia melihat seorang wanita berambut putih berjalan di luar jendela kamar belakang, di halaman belakang rumah kami. Itu jelas bukan nenekku, dia sedang berada di 100 mil jauhnya. Aku tidak pernah memberitahunya karena dia benar-benar percaya takhayul dan mungkin tidak akan datang lagi ke rumah kami!

Di rumah yang sama ketika kami sedang makan malam, aku menoleh dan melihat apa yang tampak seperti sosok berkerudung hitam besar bersembunyi di balik kusen pintu yang mengarah ke lorong. Sosok itu sangat besar sehingga tampak seperti menunduk dan mengintip ke dalam sebuah ruangan, sebelum akhirnya sosok tersebut melompat-lompat ketika menyadari bahwa aku melirik ke arahnya. Itu membuatku ketakutan, terutama karena anjing-anjingku itu juga mulai merengek. Aku tidak pernah pergi ke lorong itu lagi ketika lampu mati!

– Laylelo

Seorang Anak yang Muncul dari Lemari

Aku memiliki beberapa cerita yang terjadi sepanjang hidupku, tetapi tidak ada yang membuatku lebih ketakutan daripada adik lelakiku pada suatu malam ketika kami masih kecil.

Aku tinggal di rumah tua, dibangun pada awal tahun 80-an dan ada beberapa hal aneh yang akan terjadi. Objek berada di tempat yang tidak kami taruh, suara-suara, lampu yang menyala dan mati dengan sendirinya, tidak ada yang benar-benar menyeramkan. Kecuali setelah ini.

Aku memiliki dua saudara laki-laki dan perbedaan usia-usia kami persis 2 tahun. Ketika aku masih muda, sekitar 9 tahun, saudara-saudaraku sekitar 7 dan 5 tahun berbagi kamar. Di seberang lorong ada kamarku. Pintu kami saling memandang. Aku pernah terbangun larut malam/dini hari karena suara klik berkali-kali. Aku bisa melihat lampu di kamar saudara-saudara lelakiku menyala, mati, menyala, mati, secara berkala dan berturut-turut. Aku berjalan ke ambang pintu dan menyaksikan saudara laki-lakiku duduk di ranjang atas, ekspresi ngeri di wajahnya yang tampak terkuras dengan lengan kecilnya meraih ke bawah sambil mengklik sakelar lampu.

Aku tidak tahu berapa lama aku berdiri di sana, tetapi tak lama ibuku ada di belakangku, menonton dia sejenak sebelum bergegas memarahi saudaraku karena terlambat tidur dan bermain-main dengan cahaya. Dia lalu berbalik, dengan mata yang kosong, menatapku dan ibuku dengan dingin selama beberapa saat. Dia mengeluarkan suara paling monoton yang pernah aku dengar dari seorang anak berusia 7 tahun, dia memberi tahu ibuku,

“Mereka hanya bisa bergerak dalam gelap. Mereka semakin dekat. Ketika aku mematikan lampu terakhir, mereka hampir bisa menyentuhku sekarang. Selamat tinggal.”

Ibuku panik, membawa kami bertiga ke kamarnya, menutup dan mengunci pintu dan kami tidur dengan lampu menyala.

Pagi berikutnya aku bertanya kepada saudaraku apa yang dia lihat semalam. Dia sekali lagi melihat sesuatu yang sangat gelap, menjelaskan kepadaku bahwa banyak anak terus keluar dari lemari. Mereka terlihat lebih hitam dari bayangan paling gelap, hanya terlihat garis putih yang mengelilingi garis bentuk mereka. Mereka memiliki mata putih kosong. Setiap kali lampu mati, mereka beringsut mendekat. Ketika lampu menyala, mereka lenyap. Ketika lampu dimatikan mereka turun dari lemari dan berjalan ke tempat tidurnya, memanjat tempat tidur dan mencoba meraihnya. Itu membuatku takut. Tapi dari sini semakin memburuk.

Ini menjadi kejadian malam dan kedua saudara lelakiku segera meminta lemari diberi kunci rantai. Ibuku menurutinya sehingga mereka akhirnya bisa tidur. Aku mulai tinggal bersama saudara-saudaraku di malam hari untuk membantu mereka tidur. Malam ketika kunci ditempatkan di pintu, kami tertidur dengan sedikit rasa takut.

Sampai akhirnya pintu itu seakan terbanting dengan keras sejauh cakupan rantai itu dan aku bersumpah kami bertiga melihat tangan hitam kecil mencakar celah-celah lemari. Ini menjadi hampir setiap malam. Bahkan bisikan-bisikan mulai datang dari pintu lemari. Membujuk-bujuk kami untuk mendekati pintu. Mereka seakan putus asa memohon untuk membiarkan mereka keluar.

Ibuku mengira kami memiliki imajinasi yang terlalu aktif dan mengerikan. Mungkin dia benar. Ini terus berlanjut selama hampir satu tahun dan mulai berhenti pada tahun yang sama, tidak ada suara, tidak ada jejak. Tidak apa-apa.

Namun setelah itu hal-hal aneh lainnya terjadi dari waktu ke waktu. Beberapa menakutkan, beberapa aneh. Kami bertambah tua. Kami tinggal di rumah itu selama 13 tahun. Aku berpindah rumah mendapatkan kamarku sendiri dan aku tanpa mempermasalahkan bahwa kami pindah ke rumah tepat di samping rumah masa kecil kami. Sekarang aku sudah melupakan semua hal aneh di masa kecilku dan tidak mengingatnya sampai aku berjalan-jalan dengan anjingku pada suatu malam di dekat jam 3 pagi.

Aku terjaga sepanjang malam. Jendela kamar saudara laki-lakiku menghadap halaman belakang rumahku yang dulu. Aku menoleh ketika anjingku mulai menatap ke arahnya dan menemukan lampu menyala dan mati, berulang-ulang. Aku merasa aneh. Aku menjadi ingat tentang anak-anak yang keluar dari lemari. Bagian yang paling aneh bagiku, adalah keluarga yang pindah ke rumah lamaku adalah seorang ibu tunggal dari 3 anak laki-laki. Sama seperti keluargaku. Dan sama seperti keluargaku juga, usia anak-anak mereka cukup dekat dengan usia 9, 7, dan 5 tahun.

Setelah melakukan penelitian, aku menemukan bahwa rumah itu dibangun pada 1980 atau 1981, itu menampung sebuah keluarga muda sampai akhirnya 1987 ketika terjadi kebakaran listrik. Keluarga itu memiliki seorang ayah yang bekerja di tambang dan sering pergi, tinggallah di rumah ibu, dan 3 putranya, kira-kira 8, 6, dan 4. Ketika kebakaran terjadi, bocah-bocah itu terperangkap di kamar tidur yang pernah ditempati oleh saudara-saudaraku.

Anak-anak lelaki dari keluarga asli tersebut meninggal karena menghirup asap. Hanya 2 dari 3 mayat yang ditemukan. Sang ibu berhasil keluar dan kemudian hidup sendiri. Rumah itu hancur selama 2 tahun dan dibangun kembali pada 1989-1990.

Pada waktu itu beberapa kematian aneh terjadi. Seorang suami dan istri pindah dengan seorang bayi perempuan yang meninggal karena sakit 5 bulan setelah pindah. Pada tahun 1991 seorang pria lajang pindah dan menggantung diri di ruang bawah tanah. Pada tahun 1993 atau 1994 sebuah keluarga besar beranggotakan 6 orang yang terdiri dari seorang ibu, ayah, 3 anak laki-laki dan seorang anak perempuan pindah. Anak perempuan itu memotong pergelangan tangannya di bak mandi dan meninggal karena kehilangan darah. Setahun kemudian putra tertua menembak dirinya sendiri di ruang bawah tanah. Rumah itu tetap kosong sampai 1997 ketika seorang janda dan putrinya menempati rumah tersebut. Tidak ada insiden yang tercatat ketika mereka mengosongkan rumah itu kembali pada tahun 1999, tahun ketika saudara lelakiku lahir. Keluarga lain masuk dan keluar tanpa insiden sampai 2004 ketika giliran keluargaku menghuni rumah tersebut. Kami kemudian pindah pada 2012.

— RealAbstractSquidII

Sepotong Tangan dari Balik Kulkas

Sebuah tangan muncul di belakang kulkas, melempar sekantong roti ke lantai. Kukira itu hanya sebuah lelucon dan seseorang menyelinap di belakang kulkas untuk melakukan ‘lelucon’ ini, setelah aku cek tidak ada seorang pun di sana dan tidak mungkin ada yang bisa melakukannya. Tidak membahayakan tapi menyeramkan.

– glittercatbear

Isi kotak di bawah untuk berkomentar, atau artikel di atas dapat kalian diskusikan di Forum Terbaru Anandastoon. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon