Cerita Dari: Diedra

hai..hai… namaku Diedra, waktu itu gw masih tinggal di Bekasi. disana gw punya temen n sekarang dia udah pindah ke Amrik sono. Waktu itu dia cerita, katanya dulu omnya pernah pergi ke suatu tempat dimana ibunya berada omnya ada dua orang, saat itu waktu menunjukkan pukul 7 malam.

Waktu omnya melewati jalan seperti jalanan di hutan (motong jalan) mereka berdua melihat seperti tiang yang menjulang tinggi keatas. Setelah lumayan jauh dan mereka lihat lebih jelas, tiang itu seperti dua kaki yang tinggi… (waaah, ini belom apa2 lohh) setelah mereka jalan sekitar 1/2 km dari kaki itu, mereka mendengar suara wanita tertawa, om yang sedang menyetir menambah kecepatannya.. “awas awas !!!” teriak om di sebelahnya. Tak sengaja mereka menabrak wanita setengah baya memakai baju berwarna putih bersih (yaaaa seperti kuntilanak lah). Tetapi wanita itu malah terdorong dan terbang keatas dengan lengkingan suara tawanya.

Mereka segera menambah kecepatannya lagi sehingga mereka bisa keluar dari jalanan itu dengan cepat. “Coba tadi gw ngga motong jalan!”, teriak sang supir menyesal… “Udah yang penting kita udah di jalanan gede.. tuuuh banyak mobilkan!”, celoteh pria yang duduk di bangku depan. Saat itu mereka sudah berada di jalanan raya, memang saat itu jalanan tampak ramai karena didekat situ ada sebuah mall.

Setelah sampai di rumah orang tuanya untuk menjenguk sang ibu yang tiba2 demam, mereka sampai sekitar pukul 11 malam. Bapak mereka sudah lama tiada dan sang ibu tinggal bersama kedua putri dan seorang tukang kebun, keluarga ini memang kaya dan rumah yang mereka tempati sekarang sangat luas dan megah, “Mas gw beli rokok dulu ya…”, izin om yang tidak menyetir tadi, sedangkan om yang tadi menyetir sedang asyik menonton tv didekat pintu ke arah halaman belakang rumah…

Tak lama ada yang melempar satu gumpalan kapas yang bulat “Ah…”, ia kira hanya kapas yang jatuh dari atap, saat itu ia sedang asyiknya menonton film aksi, dua kali ia dilempari kapas itu… “Jangan iseng dooonk…”, ia kira adiknya yang tadi izin membeli rokok sedang jahil menjahilinya… dan yang ketiga, ia nengok ke belakang dan… ternyata ada sesosok mahluk yang dibungkus dengan kafan yang sudah robek2 dan compang-camping (kalau dilihat seperti pocong yang habis terkoyak gigitan harimau). Ternyata ketika ia menengok ia melihat mahluk itu sedang mencopot kapas yang mengganjal di kuping kirinya, kemungkinan 3 kapas sebelumnya dari kuping kanannya dan dari ke dua lubang hidungnya. Setelah itu ia langsung pingsan, gimana nggak pingsan coba, orang abis melihat kuntilanak dan sekarang malah di ganggu oleh pocong, apalagi setelah berjam jam menyetir waaaah sereeem…

  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap