Mampir Ke Rumah Teman

urban legend by : anandastoon

Mampir Ke Rumah Teman

Aku bertemu dengan teman lamaku yang sudah lama tidak memiliki kabar apa pun di sebuah kafe. Anto namanya. Ternyata dia memang sudah pindah ke luar kota bersama keluarganya, ke daerah yang cukup terpencil di Cianjur Selatan. Dia kebetulan sedang mampir ke Jakarta untuk suatu urusan, sebelum akhirnya dia kembali pamit untuk pulang kembali ke rumahnya.

Tak lupa aku meminta nomor Whatsappnya untuk memudahkan kami dalam menjalin pertemanan karena siapa tahu aku memiliki kesempatan untuk mampir ke rumahnya.

Yang ternyata aku sanggupi di sebuah libur panjang.

Anto memberikan akses kendaraan umum ke sana dan dia minta maaf jika memang dia tidak bisa menjemput. Tidak masalah, aku sudah biasa berpetualang menggunakan angkutan umum ke desa-desa.

Tibalah hari H, aku berangkat ke rumahnya. Aku berpindah-pindah moda transportasi dari Jakarta hingga akhirnya aku melaju dengan sebuah mobil Elf yang menyusuri daerah terpencil dengan jalanan yang cukup rusak di Selatan Cianjur. Hari sudah beranjak sore dan aku tidak tahu apakah di sepanjang jalan ini ada penerangan. Perasaanku tidak enak.

Pada saat yang bersamaan, Anto mengirimkanku pesan Whatsapp, bunyinya seperti ini.

Bray, sorry gua baru bilang sekarang. Cuma buat jaga-jaga kalo lo uda dateng kemari, elo harus tau beberapa hal sebelumnya.

1. Kalo lo uda dateng, ketok pintu sampe tiga kali ya. Inget, harus tiga kali. Kalo nggak, gua anggap itu bukan elo.

2. Pastiin yang nerima lo itu gua atau nyokap gua, kalo yang buka pintu itu bapak-bapak gede item, mending lo kabur bro. Itu bukan bokap gua, beliau uda meninggal beberapa tahun lalu.

3. Nanti lo tidur di kamer gua sama gua, jangan khawatir, cuma kita beda kasur. Nah kalo malem lo ngerasa kasur lo ada yang gerak-gerakin dari belakang lo, lo jangan coba balik badan, uda pokoknya pura-pura tidur aja.

4. Lo jangan kaget kalo kiranya dari luar jendela ada sesuatu mirip ibu atau bapak lo, ngetok-ngetok kaca jendela manggil nama lo. Langsung buang muka aja bray. Apalagi kalo dia nyuruh lo keluar, jangan sekali-kali keluar. Nurut aja ama gua.

5. Kalo lo mau pake kamar mandi, pake yang di lantai dua. Jangan pake yang sebelah kamer gua soalnya airnya uda nggak nyala ama suka ada rambut muncul dari dalem bak mandi. Tapi waktu naik tangganya jangan tengok kanan-kiri ya bray. Kalo kaki lo ada yang nyolek-nyolek waktu lo naik, biarin aja. Jangan khawatir, kamer mandinya aman kok bray sejauh ini, nggak tau deh, nggak pernah ada laporan yang aneh-aneh sih, gua pake biasa aja.

6. Di lorong tengah ada foto eyang gua yang uda almarhum. Jangan ditatap lebih dari 10 detik. Terus kalo lo misalnya liat foto beliau kosong alias cuma bingkainya aja, mending lo buruan lari cepetan keluar dari ruangan itu. Beliau megang keris.

7. Kalo malem lo aus bray, gua uda sediain air botolan di deket lemari kamar gua. Itu supaya lo gak usah ngambil air di dapur. Kadang di atas jam 11 malem, peralatan dapur suka ngelayang sendiri, piso juga.

8. Seandainya lo denger suara kucing imut-imut dari atas kamer gua alias dari pojokan lantai dua, ga usah dicari-cari. Gua nggak pernah piara kucing.

9. Di rumah cuma ada gua sama nyokap gua, jadi kalo ada nenek-nenek mau ngobrol sama elo, mending lo iyain aja terus cuekin. Gatau itu sapa.

10. Nanti kalo lo pengen keluar malem-malem misalnya pengen cari udara malem, izin ama gua dulu. Gua cuma mau pastiin di luar ‘aman’.

Gitu aja bray. Sori baru ngirim sekarang hehe. Udah jangan dipikirin, kalo lo uda sampe, telepon gua ya bray. Cuma kalo yang ngangkat suaranya berat atau ada suara ketawa, langsung matiin cepetan, terus coba lagi sampe elo yakin itu suara gua. Gua minta maaf gak bisa jemput lo soalnya nyokap gua tiba-tiba ada urusan sama gua.

Bye, gua tunggu ya bray tengkyu.

Aku lihat matahari sudah hampir tenggelam di ujung ufuk sana. Jantungku mulai berdetak tidak karuan, apalagi setelah aku tahu dari sang supir bahwa ini adalah angkutan terakhir dari Kota Cianjur jadi aku tidak bisa balik lagi.

“Cibeber, Cibeber! Yang mau turun siap-siap Cibeber.” Teriak sang supir.

Ya, aku turun di sini, rumahnya ada di ujung desa ini, sekitar 800 meter.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
๐Ÿค— Selesai! ๐Ÿค—
Punya cerita seram? Yuk di-share ke Anandastoon.
Klik di sini untuk panduannya. ๐Ÿ‘

  • Sebelumnya
    Sendiri Maksimal: Magelang, Candi Borobudur

    Berikutnya
    Kripikpasta 35 : Amnesia


  • 2 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    1. ini kenapa ceritanya ga lengkap semua? mau baca yang lengkap di mana ?

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. ๐Ÿ˜‰

    Kembali
    Ke Atas
    Pakai tema horor

    Sebentar ya... Anandastoon ganti kulit dulu hehe... ๐Ÿคญ
    Menerapkan tema

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. ๐Ÿ˜Š


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. ๐Ÿ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. ๐Ÿค—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Atau, sedang tidak ingin mengisi poll?

     

    Wah, poll telah selesai. ๐Ÿค—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll ๐Ÿ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya Anandastoon akan menebak rekomendasi artikel yang kamu inginkan ~

    Heihei maihei para pembaca...

    Selesai membaca artikel Anandastoon? Mari, saya coba sarankan artikel lainnya. ๐Ÿ”ฎ

     

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya kamu bisa main game langsung di artikelnya.

    Permainan di Artikel

    Bermain dengan artikel yang baru saja kamu baca? ๐Ÿ˜ฑ Kek gimana tuh?
    Simpel kok, cuma cari kata dalam waktu yang ditentukan.

    Mempersiapkan game...

    Aturan Permainan

    1. Kamu akan diberikan sebuah kata.

    2. Kamu wajib mencari kata tersebut dalam artikel.

    3. Kata yang ditemukan harap diblok atau dipilih.
    Bisa dengan klik dua kali di laptop, atau di-tap dan tahan sampai kata terblok.

    4. Terus begitu sampai kuota habis. Biasanya jumlahnya 10 kuota.

    5. Kamu akan berhadapan dengan waktu yang terus berjalan.

    6. DILARANG Inspect Element, CTRL + F, atau find and replace. Juga DILARANG berpindah tab/windows.