Acara Radio Malam

urban legend by : anandastoon

Acara Radio Malam

“Ya selamat malam pemirsa, kembali lagi dengan Puput menemani anda dalam siaran radio 90.4 FM yang bertajuk cerita horor.”

Aku, telah bekerja menjadi pembawa acara malam di sebuah stasiun radio. Asyik rasanya ketika aku mendengarkan pengalaman-pengalaman menegangkan dan seru dari setiap pendengar dan partisipan.

Hingga akhirnya malam itu…

Suara telepon yang berdering itu kemudian aku angkat. Menanyakan bagaimana kabarnya dan apa cerita yang ingin ia sampaikan. Berikut ceritanya,

Malam itu aku berangkat malam, melewati sebuah jalan pintas yang tidak biasanya dilewati orang-orang. Sebagai wanita seorang diri yang ingin bekerja, aku terus melangkah dengan pasti di sebuah jalan yang aku bahkan baru temui karena rekomendasi teman.

Aku mengangguk. Dan sedikit menanggapinya dengan berucap, “Baik. Kemudian?”

Terdengar suara orang dari balik pohon. Aku tiba-tiba sadar bahwa aku sendirian, dengan langit berawan dan lampu-lampu jalan yang tidak dinyalakan.

Sial, HPku lowbat, sehingga aku tidak bisa menyalakan fitur senternya. Jadi aku mempercepat langkah menuju tempat kerja.

Suara itu terus mengikuti, bahkan berpindah-pindah dari kanan ke kiriku, begitu seterusnya.

Suaranya seperti antara tertawa, gumaman, dan sedikit nafas berat yang tidak beraturan, disertai dengan gesekan daun-daun yang ia sebabkan.

Aku merasa familiar dengan cerita ini, namun aku memilih untuk tidak mengingatnya dan lanjut mendengarkan sang pembicara.

Ia sempat terbatuk sedikit, menghela nafas dengan sangat panjang, dan tarikan nafas yang sedikit mengerikan. Aku agak sedikit menghiburnya, “Itu pasti pengalaman yang mengerikan, lalu bagaimana kelanjutannya?”

A… aku gugup dan tidak tahu harus bagaimana. Jadi aku lari. Semakin aku lari, semakin cepat pula ‘dia’ mengejarku. Aku tidak tahu, namun aku semakin tidak menemukan sumber pencahayaan.

Tolong! Tolong! Aku teriak dengan mengandalkan cahaya dari layar ponselku yang kini baterainya sudah tiga persen.

Sesuatu meraih pinggulku, aku tidak tahu apa itu. Itu dingin, agak keras seperti daging stik yang terlalu matang, dan jika itu sebuah tangan, dia nyaris tidak memiliki jari.

Aku agak menoleh sedikit ke belakang sembari aku berlari, namun itu membuat aku semakin teriak dan mempercepat lariku.”

Aku bertanya, “Memangnya apa yang Anda lihat?”

Tidak tahu, dan aku tidak mau tahu, hanya sebuah mata, benar, sebuah, bukan sepasang, dan gigi-gigi tajam yang melayang. Aku bahkan tidak tahu bagaimana bentuknya karena terlalu gelap untuk dilihat.

Dia semakin mengejar, dan aku sudah sampai lelahku dan kehabisan suaraku…”

Kemudian penelepon terhenti. Aku berkata, “Halo? Halo? Anda baik-baik saja?”

… (Sebuah desahan panjang)

“Halo? Apakah Anda merasa trauma? Apakah Anda ingin melanjutkan? Kami begitu terkesan dengan cerita Anda. Jangan takut, Anda bersama kami.” Aku terus menghiburnya, namun di satu sisi aku merasa DejaVu, dan juga merasa tidak nyaman.

Beruntung…

Dia tersebut kembali melanjutkan rupanya. Aku jawab, “Iya?”

Beruntung kemudian tiba-tiba aku sampai di lorong yang kemudian mengantarkan aku ke jalan besar. Aku pun sampai ke tempat kerja dengan selamat. Namun, kemudian tempat kerjaku di guncang gempa hingga semuanya runtuh hingga puing-puing.

Aku begitu kaget. “Lalu apakah anda selamat?”

Tidak dijawab.

Aku pun karena terlalu mendengarkan ceritanya, hingga lupa menanyakan namanya, “Apakah Anda masih berada di sana? Jika boleh tahu, siapa nama Anda?”

Nama saya Puput.

Apa? “Wah nama kita sama, jika boleh tahu, di daerah mana Anda tinggal?”

Kota Mataram.

Aku menggeleng tidak percaya kebetulan ini, “S… sepertinya kita memiliki lokasi tinggal yang sama. Biar aku tebak, Anda bekerja di sebuah studio radio frekuensi 90.4?”

Iya, benar, dan apa kau lupa studionya telah hancur serta penyiarnya juga meninggal tertimpa puing-puing?

Aku langsung menutup telepon. Menangis.

“Tidak, aku masih hidup. Tidak… katakan padaku bahwa aku masih hidup!”

Suaraku semakin melengking, di tengah reruntuhan…

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
๐Ÿค— Selesai! ๐Ÿค—
Punya cerita seram? Yuk di-share ke Anandastoon.
Klik di sini untuk panduannya. ๐Ÿ‘

  • Sebelumnya
    DIARI PROGRAMMER #2, Web: Berapa Page Size -nya?

    Berikutnya
    Distraksi Nafsu: Kalo Gak Kredit Kapan Punyanya?


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. ๐Ÿ˜‰

    Kembali
    Ke Atas
    Pakai tema horor

    Sebentar ya... Anandastoon ganti kulit dulu hehe... ๐Ÿคญ
    Menerapkan tema

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. ๐Ÿ˜Š


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. ๐Ÿ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. ๐Ÿค—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Atau, sedang tidak ingin mengisi poll?

     

    Wah, poll telah selesai. ๐Ÿค—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll ๐Ÿ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya Anandastoon akan menebak rekomendasi artikel yang kamu inginkan ~

    Heihei maihei para pembaca...

    Selesai membaca artikel Anandastoon? Mari, saya coba sarankan artikel lainnya. ๐Ÿ”ฎ

     

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya kamu bisa main game langsung di artikelnya.

    Permainan di Artikel

    Bermain dengan artikel yang baru saja kamu baca? ๐Ÿ˜ฑ Kek gimana tuh?
    Simpel kok, cuma cari kata dalam waktu yang ditentukan.

    Mempersiapkan game...

    Aturan Permainan

    1. Kamu akan diberikan sebuah kata.

    2. Kamu wajib mencari kata tersebut dalam artikel.

    3. Kata yang ditemukan harap diblok atau dipilih.
    Bisa dengan klik dua kali di laptop, atau di-tap dan tahan sampai kata terblok.

    4. Terus begitu sampai kuota habis. Biasanya jumlahnya 10 kuota.

    5. Kamu akan berhadapan dengan waktu yang terus berjalan.

    6. DILARANG Inspect Element, CTRL + F, atau find and replace. Juga DILARANG berpindah tab/windows.