Kripikpasta Horor #45: Tolong Aku

Tolong Aku

urban legend by : anandastoon

tolong aku

Siapa pun, aku minta tolong…

Aku tidak tahu, aku hanya berlari menerobos jalan demi jalan untuk menyelamatkan diriku ini. Siapa pun itu, sedang berusaha mengejarku di hari yang sudah gelap ini.

Dia berpakaian serba hitam, atau warna yang tidak dapat aku tebak karena gelapnya. Namun tatapan matanya, mengerikan! Celakanya, dia membawa seseorang yang membantunya untuk mengejarku.

Aku harus terus melarikan diri dari mereka dan bersembunyi! Aku adalah seorang gadis yang sedang berjuang menyelamatkan diriku sendiri.

Sekencang apa pun aku berteriak minta tolong, tidak ada yang mendengar. Tidak ada yang berada di jalan yang dikelilingi oleh kebun-kebun terbengkalai seperti ini. Aku sepertinya sudah salah mengambil jalan!

Namun orang-orang itu tidak memiliki kompromi. Aku tetap menoleh kebelakang khawatir dia sudah mendekat kepadaku. Dan itu benar-benar terjadi! Siapa pun itu, terlihat semakin berlari secepat kilat menuju ke arahku.

Dan sesaat ketika aku kembali menoleh ke depan, temannya sudah berada di sisi satunya. Gawat! Aku bisa tertangkap. Tolong! Siapa pun tolong! Aku belok kemana pun jalan yang aku temui. Kemana pun! Aku masuk ke salah satu kebun dengan hanya mengandalkan bulan purnama sebagai penerangan.

Suara burung-burung malam dan jangkrik bersahutan, ditambah dengan suara langkah-langkah kaki yang terdengar mengejarku. Aku terus berlari dan berlari!

Kuterobos pohon-pohon hingga semak belukar, semua aku lakukan selagi aku menemukan jalan yang membuatku aman!

Gawat! Aku menemui jalan buntu! Semua sisi memiliki dinding! Aku teriak, teriak sekencang-kencangnya! Aku tidak mungkin berputar balik, aku ternyata memilih jalan yang sempit!

Samar-samar di tengah suara teriakanku, kudengar orang yang mengejarku mengeluarkan suara tawa yang mengerikan. Suara langkahnya kini berhenti tepat di belakangku.

“Tolong! Kasihani aku!!! Tolooongggg!!! Aku mohon!” Aku terus memekik.

Orang itu justru menyekapku, mengikatku tangan dan kakiku dengan membabibuta. Aku tidak dapat melawan, tenaganya begitu kuat. Aku kini hanya menangis pasrah.

Setelah itu, terdengar suara salah satu dari mereka menelepon seseorang, “Satu pasien telah berhasil ditemukan, kini tinggal enam pasien lagi yang kabur.”

Isi kotak di bawah untuk berkomentar, atau artikel di atas dapat kalian diskusikan di Forum Terbaru Anandastoon. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon