Papan Ouija

urban legend by : anandastoon

Aku tidak ingin lagi bermain papan Ouija. Kalian tahu “Ouija board”? Benar, papan yang berisikan alfabet dan angka yang mana saat kita selesai melakukan ritual khusus, maka penunjuknya akan bergerak menuju huruf-huruf tersebut untuk berkomunikasi dengan kita.

Sesuatu dari alam lain yang menggerakkan penunjuk tersebut.

Namun aku sudah terapi selama enam tahun untuk menghilangkan trauma masa lalu akibat papan terkutuk tersebut.

Peraturan penting aku beritahu untuk kalian semua yang ingin bermain Ouija, jangan sesekali melontarkan pertanyaan konyol. Kalian tidak tahu dengan arwah macam apa yang kalian akan hadapi.

Waktu itu, aku dan temanku bermain papan ouija dan kami berhasil memanggil salah satu roh yang entah dari mana. Dia sepertinya roh yang ‘menyenangkan’ untuk diajak berbicara.

Jadilah kami mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan konyol dan dia menjawab dengan semua pertanyaan itu.

Hingga terlontar pertanyaan, “Kapan aku akan mati?”

Roh tersebut menjawab, “Sekarang.”

Temanku langsung kejang-kejang, menggeliat, sekarat, lalu meninggal pada saat itu juga.

Kusaksikan langsung dengan mata kepalaku sendiri kejadian mengerikan tersebut.

Lengkingan terakhir temanku sepertinya takkan pernah dapat kulupakan, dari mulutnya keluar busa bercampur darah segar.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap