Agen Penjual Rumah

urban legend by : anandastoon

Temanku sekarang menjadi agen penjual rumah. Wah selamat atas pekerjaan barunya. Aku ucapkan selamat kepadanya karena bertahun-tahun ia menganggur.

Ia dalam waktu singkat menguasai manajemen real estate. Aku semakin kagum padanya, dan kulontarkan rasa iriku kepadanya. Suatu saat, temanku akhirnya menghubungiku untuk sedikit membagikan tips dan trik bagaimana caranya. Tentu saja aku senang.

Ia mengajakku berkeliling kompleks perumahan yang siap jual. Hingga sampai ke sebuah rumah di mana dia dapat menjelaskan semuanya. Rumah itu antik, ada perapian dan sumur tuanya. Seperti rumah dalam dongeng-dongeng.

Aku kemudian dibawa ke sumur tua itu dan temanku mendorongku hingga jatuh ke dalam sumur tersebut.

“Inilah bagaimana bisnisku berkembang pesat. Sekarang sudah kujelaskan. Kau memang sahabatku.” Kata-kata terakhir temanku yang kudengar.

Ternyata ia menjadikan aku sebagai tumbalnya yang kesekian.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas