Agen Penjual Rumah

urban legend by : anandastoon

Temanku sekarang menjadi agen penjual rumah. Wah selamat atas pekerjaan barunya. Aku ucapkan selamat kepadanya karena bertahun-tahun ia menganggur.

Ia dalam waktu singkat menguasai manajemen real estate. Aku semakin kagum padanya, dan kulontarkan rasa iriku kepadanya. Suatu saat, temanku akhirnya menghubungiku untuk sedikit membagikan tips dan trik bagaimana caranya. Tentu saja aku senang.

Ia mengajakku berkeliling kompleks perumahan yang siap jual. Hingga sampai ke sebuah rumah di mana dia dapat menjelaskan semuanya. Rumah itu antik, ada perapian dan sumur tuanya. Seperti rumah dalam dongeng-dongeng.

Aku kemudian dibawa ke sumur tua itu dan temanku mendorongku hingga jatuh ke dalam sumur tersebut.

“Inilah bagaimana bisnisku berkembang pesat. Sekarang sudah kujelaskan. Kau memang sahabatku.” Kata-kata terakhir temanku yang kudengar.

Ternyata ia menjadikan aku sebagai tumbalnya yang kesekian.

  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap