Jam Dinding

urban legend by : anandastoon

Kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam namun pacarku belum tiba juga. Menunggu adalah pekerjaan paling membosankan. Di rumahku tidak ada TV, ponselku juga sedang di-charge. Jadi aku menunggu di sini seperti orang-orangan sawah.

Tapi lihat jam dinding pemberian pacarku itu, benar-benar unik sesuai dengan seleraku, aku betah memandangnya berlama-lama. Pacarku memang tahu apa seleraku.

“Tok tok.” Kudengar suara pintu diketuk.

Ah itu pasti dia, pikirku. Aku berlari menuju arah pintu dan langsung membukanya. Apa yang terlihat di depan mataku kini membuat aku lemas.

“Lihat, siapa yang datang!” Seorang pria tertawa di depanku sambil menenteng kepala pacarku yang sudah tidak bernyawa.

Aku pernah direbut pacarku dari mantan pacarku dengan sedikit kejam. Dia sepertinya datang untuk balas dendam.

  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap