Mendoakan Keburukan

Mendoakan keburukan sebenarnya adalah sesuatu yang sangat tidak boleh dilakukan, kecuali mungkin… untuk orang yang teraniaya.

Namun justru saya pernah tiga kali melayangkan doa tentang keburukan untuk orang lain, dan parahnya itu ditujukan hanya untuk iseng semata. Apakah saya mencari gara-gara?

Memang apa saja tiga kasus saya mendoakan keburukan bagi orang lain tersebut? Mari simak tiga kisah berikut.

Tapi ingat, mendoakan keburukan bukanlah hal yang main-main. Tiga kisah ini saya lakukan hanya setelah saya memikirkannya dengan sangat matang.

Kisah-kisah di bawah ini sebenarnya berdasarkan kisah nyata, hanya saja saya tambahkan banyak dramatisiasi hehe… Silakan dinikmati ~


1. Mendoakan agar terus hidup susah

Saya kerap melihat postingan-postingan yang berisikan kata-kata bijak dari seseorang di media sosial. Namun hal itu hanya dilakukannya saat hidupnya sedang dalam kesusahan saja dan dimaksudkan untuk menyindir orang lain.

Saya kemudian mengomentarinya sambil iseng melantunkan nada doa, “Semoga hidupmu terus dalam kesusahan ya…”

Ia gusar dan tidak senang, “Kok ngedoain jelek begitu sih?”

Kemudian saya katakan bahwa, saya tahu saat hidupnya sedang bergelimang masalah, ia selalu mengeluarkan kata-kata bijak yang sebenarnya hanya dimaksudkan untuk hiburan baginya.

Saya juga katakan bahwa saya menikmati postingan kata-kata bijak tersebut. Jika hidupnya menjadi senang, saya akan kehilangan postingan kata-kata bijaknya.

Benar, jika ia sedang dalam kebahagiaan misalnya, ia sedang mendapatkan rezeki lebih atau dapat berjalan-jalan ke tempat yang indah, ia hanya memamerkan foto-fotonya dengan caption yang tidak menyenangkan untuk dibaca dan cenderung mengganggu.

“Jadi, teruslah hidup susah, sebab saya menikmati kata-kata bijakmu yang saya yakin tidak akan kau tulis saat kau sedang hidup senang.”

Atau kasus yang lain, ada orang yang memposting kalimat-kalimat relijius hanya setiap ia sedang sakit. Kemudian saya sentil, “Semoga terus sakit ya, supaya tetap menjadi soleh.” 🤭


2. Mendoakan agar bertemu begal

Saya pernah makan nasi goreng bersama dengan seorang tentara yang bercerita tentang kehebatan dirinya. Saya benar-benar menyimak saat ia dengan bangganya menumpas maling dan begal.

Karena begitu bersemangatnya dalam menyimak, saya hingga mengeluarkan kalimat doa, “Bagus! Bagus! Semoga kau sering-sering bertemu begal ya…”

Sang tentara marah, “Ngedoain kok yang jelek?”

Saya kemudian klarifikasi, “Saya tidak mendoakanmu supaya dibegal, saya mendoakanmu supaya sering-sering berhadapan dengan begal. Mendengarkan ceritamu yang ahli menumpas begal, saya harap kau bisa membantu mengurangi jumlah begal. Sebab, rakyat sipil nan malang kemungkinan besar tidak kuasa untuk melawan begal.”

Sang tentara terdiam.

Begitu pun di saat yang lain, saya pernah melihat postingan seorang anak pejabat yang membuat seorang penipu online ketar-ketir saat ia mencoba menipunya. Saya tersenyum melihat balasan si anak pejabat tersebut, “Coba lihat saya siapa?” dan penipu tersebut langsung memohon-mohon agar ia tidak ditangkap setelah ia lihat profil si anak pejabat.

Saya kemudian berceletuk, “Semoga ia (si anak pejabat itu) sering-sering berhadapan dengan para penipu online sebab ia punya kuasa untuk menaklukannya daripada masyarakat biasa.” 😉


3. Mendoakan masuk neraka

Yang terakhir ini sangat ekstrem saya akui. Mendoakan seseorang masuk neraka hanya karena iseng?! Benar-benar tidak manusiawi!

Tapi mohon tenang dahulu dan simak cerita saya berikut dengan seksama.

Saya pernah sekali dua kali mendengar seseorang berprinsip aneh, “Nerakaku bukan urusanmu. Apalagi surga belum tentu jadi tempatmu.”

Saya memahami jika ada orang yang tidak ingin dinasehati atau diberitahu. Tetapi jika sampai membuat prinsip bahwa ia seakan fine berada dalam neraka, itu merupakan sesuatu yang baru bagi saya.

Saya hingga melayangkan doa, “Aamiin, semoga kau benar-benar masuk neraka sesuai keinginanmu.”

Bahkan saya sarankan agar ia juga mengajak kolega dan solidaritasnya yang menyetujui prinsip tersebut supaya ikut terjun ke dalam neraka. Baguslah biar surga jadi sepi.

Jalanan ibukota yang sepi saja membuat orang bahagia, apalagi surga.

Saya sih ‘ogah’ masuk neraka. Saya justru menginginkan dan berusaha untuk masuk surga supaya bertemu dengan siapa pun yang terbaik. 🤗


Yup, semoga “doa-doa buruk” yang telah saya ucapkan dapat menjadi hidayah bagi orang-orang tersebut. Bukankah dunia yang aman dan nyaman ini yang kita inginkan? 😄

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas