Pasif Produktif, Menjadi Produktif Meski Sedang Rebahan

Pasif Produktif

Hal ini terpikirkan oleh saya saat saya sedang pergi ke toilet saat saya sedang bermalas-malasan. Saya memahami bahwa sebagian orang terkadang sudah terlalu lelah dengan pekerjaannya hari itu sehingga setelah ia pulang dari tempat kerja, ia sudah kehilangan seluruh motivasinya hingga ia tertidur.

Berapa orang yang kini sudah tidak lagi aktif berkarya karena aktivitas utama mereka sudah cukup untuk menguras tenaga mereka pada hari itu, sedangkan ketika tiba hari libur kerjanya, ia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya khusus untuk beristirahat dan bermalas-malasan di atas kasur empuknya alias rebahan.

Inilah mengapa banyak blogger, musisi, desainer, atau orang yang memiliki kegiatan lain di samping pekerjaan utamanya sudah tidak lagi memperbaharui kembali karya-karyanya. Beberapa penikmat karya mereka seakan merasa kehilangan dan akhirnya menjadi sesuatu yang agak disayangkan.

Mungkin beberapa dari mereka ada yang benar-benar memilih untuk pensiun, namun sebagiannya lagi ada yang masih ingin melanjutkan karyanya di sela kepadatan waktunya.

Saya pribadi, bekerja hampir 10 jam setiap harinya di hari kerja, namun alhamdulillah saya masih memiliki waktu yang cukup untuk menulis artikel di blog ini dan melakukan sesuatu yang lain. Dari sanalah saya terpikir bagaimana cara untuk tetap menjadi produktif, meski saat tidak melakukan apa-apa, atau bahkan saat rebahan.

Hanya 5 tips, mungkin membantu. Mungkin tidak selamanya mengenai rebahan, saat kita sedang berlibur pun kita dapat menjadi produktif meski kita tidak sedang melakukan apa pun.


  • Memanfaatkan sisi lain internet

Daripada hanya tiduran dan menggulir-gulir sosial media, lebih baik menggunakan gadget dan internet untuk keperluan yang akan bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Contohnya? Bagi saya yang senang menulis artikel misalnya, saya biasanya mencari-cari ilmu baru yang segar dan berhubungan dengan kegiatan menulis saya tersebut. Seperti, bagaimana tips yang jitu untuk memperbaiki gaya penulisan, mempelajari bahasa yang lebih mudah dicerna orang lain, dan tentu saja, cara ampuh untuk mempublikasikan tulisan.

Hari ini paket internet sudah jauh lebih murah dibandingkan beberapa tahun lalu, bahkan orang yang bekerja menjadi staf bawah saja mampu untuk membuka situs video di internet semisal Youtube dan kawan-kawannya. Pertanyaannya, apa yang sering kita tonton? Apakah hanya humor-humor receh dan kita benar-benar hampir putus asa mencari-cari konten hiburan tiap rebahan?

Hari ini ‘orang baik’ yang menjajakan ilmunya secara gratis bahkan dengan syarat ringan seperti hanya menonton iklan yang durasinya beberapa detik saja. Mengapa kita tidak mulai mengubah cara rebahan kita menjadi sebuah aktivitas rebahan yang lebih bermanfaat?


  • Manfaatkan teman sekitar

Melakukan chatting dengan teman saat sedang beristirahat adalah salah satu kegiatan para milenial hari ini yang hampir tidak luput dari agenda yang tidak tercatat setiap harinya. Jika bagian belakang tubuh sudah menempel dengan tempat empuk, sulit rasanya untuk tidak membuka gadget dan menekan ikon aplikasi chatting kita.

Memang apa sih yang biasanya dibicarakan saat chatting? Variatif, dari mulai membicarakan orang lain, memberikan laporan mengenai apa yang seseorang alami pada hari itu ke lawan bicaranya, hingga ‘merusuh’ di dalam sebuah grup chat, atau sekedar menyaksikannya.

Mengapa tidak sekali-kali mencari lawan bicara yang setidaknya dapat memberikan sebuah pencerahan kepada kita? Manusia pada dasarnya senang akan hal baru, apalagi yang dapat bermanfaat bagi hidupnya. Mengapa tidak mulai untuk menyisipkan topik pembicaraan menjadi lebih berbobot dan berfaidah?

Yah, mungkin dapat dimulai dari membahas apa teknologi yang sedang berkembang saat ini dan penasaran bagaimana teknologi itu dapat berpengaruh bagi kehidupannya?


  • Tinta sebagai pengganti tali

Inspirasi biasanya selalu datang saat kita tenang, saat pikiran kita jernih, dan saat kita sedang berada di dalam atmosfer yang nyaman. Inilah mengapa kita sering mendapatkan inspirasi saat kita beribadah atau di tempat ibadah, di alam terbuka, di kamar mandi, daaann… tentu saja saat kita rebahan.

Sialnya, banyak inspirasi dan keinginan untuk melakukan sesuatu justru terjadi saat kita sedang tidak ingin melakukan apa pun. Dan ketika kita mulai untuk melakukan apa pun… inspirasi-inspirasi tersebut bak burung-burung yang terbang spontan saat kita ingin dekati. Pada akhirnya? Kita kembali rebahan.

Mengapa kita tidak menyediakan buku dan kertas di dekat kita saat kita sedang berada di tempat tidur? Padahal gadget kita sudah dapat menggantikan buku dan kertas tersebut jika kebetulan mereka sedang tidak ada. Cobalah untuk tuliskan dengan inspirasi tersebut kita ingin melakukan apa, detailnya bagaimana, dan tulislah dengan singkat agar inspirasi lain yang sedang mengantri tidak lekas pergi.


  • Korek setiap melodi

Rebahan membosankan? Mengapa bantalnya tidak dipadankan headset? Beberapa lagu-lagu instrumental hingga lawas mungkin dapat mengetuk suatu pintu di otak kalian yang kalian bahkan belum pernah menyadari bahwa pintu tersebut ada di otak kalian.

Beberapa musik lawas terkadang membangkitkan inspirasi seperti saya telah bahas di artikel berikut dan artikel berikut. Pemusik zaman dulu membuat komposisi seluruh aspek instrumen dan melodi dengan sepenuh jiwa mereka. Maka jangan heran, banyak karya-karya yang terinspirasi dari musik-musik tersebut.

Saya tidak menyarankan mendengarkan lagu yang hanya ditujukan untuk mendukung mood semata. Seperti jika kalian galau atau sedih, maka kalian mendengarkan musik yang membuat kalian tambah galau dan depresi.

Saya misalnya mendengarkan lagu orkestral yang bernada semangat untuk memacu apa ide yang dapat saya cetuskan untuk membuat saya semakin produktif. Salah satunya adalah lagu berikut.


  • Meneropong jauh ke pusat

Terakhir, sebelum tidur atau saat rebahan kalian bisa mulai memikirkan apa saja kekurangan kalian selama ini. Introspeksi atau muhasabah, tepatnya. Contohnya, mengapa semakin hari saya menjadi cepat lelah dan semakin hari saya semakin tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu? Apakah dengan watak saya yang mengalami penurunan seperti itu saya akan meraih cita-cita saya seperti yang saya impikan?

Semoga dari pemikiran seperti itu diri kita menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Lebih ekstrem lagi, kita dapat memikirkan permasalahan yang terjadi di daerah kita, di negara kita, bahkan di planet kita yang sedang terjadi hari ini. Mengapa negeri ini selalu memiliki tingkat korupsi yang sangat tinggi? Mengapa banyak orang yang pintar namun mereka tidak dihargai? Mengapa banyak saudara sebangsa dan seagama yang sering berperang?

Terkadang, inovasi yang brilian tercetus dari seringnya kita melihat setiap detail yang kurang di segala aspek. Dengan seringnya kita melatih otak kita untuk berpikir seperti ini, diharapkan kita dapat menjadi lebih bijaksana dan lebih terbuka.


Yup, that’s all folks. Semoga lima poin tersebut di atas dapat setidaknya membuat saat-saat rebahan kalian menjadi lebih berkualitas dari sebelumnya. Yuk, rebahan! Wahahah!

Apakah kalian memiliki masalah yang begitu sulit dan pelik serta kalian bingung ingin mengobrol dengan siapa? Jangan khawatir, daripada terus down dan banyak waktu terbuang karena meratapi nasib, mari buka-bukaan dengan Anandastoon dengan mengunjungi forum terbaru Anandastoon. InsyaAllah dalam selama situs ini dapat di akses akan saya balas. Klik dimari untuk menuju forum dan membuat topik kalian sendiri. Bisa privat lho. Tengkyuk... ^_^

  , . Bookmark.

Isi kotak di bawah untuk berkomentar, atau artikel di atas dapat kalian diskusikan di Forum Terbaru Anandastoon. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon