Komplain

Beberapa banyak yang heran mengapa beranda media sosial saya bersih dari keluhan masalah-masalah pribadi. Beberapa bahkan pernah bertanya apakah saya pernah terkena masalah, saya menjawab tentu saja iya. Masalah pribadi saya bahkan segunung.

Kemudian beberapa orang bertanya kembali mengapa saya seakan-akan seperti tidak punya masalah, saya hanya tertawa sedikit kemudian saya bercerita tentang apa yang terjadi pada diri saya yang sebenarnya, lalu secara dramatis mereka spontan mengusap-usap punggung saya. Dude, relax…

Saya tahu sulit sekali mencari orang yang dapat diajak mendengar tanpa harus mendapatkan penilaian awal. Maka dari itu, saya membuat ramuan saya sendiri agar saya tetap terlihat bahagia.


Tips Lebih Bahagia Ala Anandastoon #21

Komplain dan Komplimen

Setiap manusia pastinya ingin memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Banyak manusia yang mengeluhkan nasib mereka hanya berputar di lingkaran itu saja. Banyak pula manusia yang sudah bosan dengan kehidupan mereka yang stagnan.

Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana meningkatkan kualitas hidup mereka. Yang mereka lakukan kebanyakan hanyalah mengeluh dan membuat berbagai macam drama.

Padahal, salah satu cara yang paling mudah untuk meningkatkan kualitas hidup adalah dengan menerima atau mengajukan banyak komplain dan komplimen.

Komplain itu sendiri bisa dalam bentuk saran, sugesti, atau hanya sekedar usulan ringan. Sedangkan komplimen secara simpel dapat diartikan sebagai pujian atau apresiasi.

Mengapa komplain dan komplimen ini dapat menyebabkan orang berbahagia? Saya akan membahasnya satu persatu, mulai dari komplain.

Saat kita menemukan sebuah layanan yang tidak menyenangkan, saya yakin kita pasti terbesit niat untuk mengajukan komplain.

Termasuk jasa pemerintah sekali pun, seperti kualitas kinerja aparat pemerintah yang kurang baik, atau fasilitas publik yang tidak menyenangkan seperti jalanan rusak, itu akan menggugah masyarakat untuk mengajukan komplain.

Pastinya, setiap orang pasti senang saat komplain mereka didengar dan diterapkan. Sebab mereka sendiri yang juga akan terdampak dari tindak lanjut komplain tersebut.

Siapa yang tidak senang saat kita komplain ke pemerintah daerah mengenai lampu jalan yang mati, kemudian dalam kurun waktu kurang dari seminggu tiba-tiba kita menemukan jalan depan rumah kita sudah terang-benderang?

Jika ingin mendapatkan manfaat yang sempurna dari komplain, alangkah baiknya seseorang bukan hanya dapat mengajukan komplain, namun juga menerimanya.

Komplain yang kita terima dari seseorang, akan menguji seberapa jauh kebijaksanaan kita untuk mengolah komplain tersebut.

Sebab sangat disayangkan, banyak orang yang senang mengajukan komplain mereka kepada orang lain, namun sangat tidak senang jika mereka menerima komplain dari orang lain.

Padahal, tidak semua komplain perlu didengar. di sinilah kita dituntut agar dewasa dalam memilah mana komplain yang bermanfaat bagi diri kita dan mana yang tidak.

Komplain yang bermanfaat akan membawa hidup manusia ke arah yang lebih baik saat diterapkan. Dan itu tentu akan membuatnya semakin berbahagia.

Misalnya, saya selalu menggantungkan kualitas produk saya di atas komplain pelanggan saya. Hasilnya, banyak pelanggan saya yang begitu tertambat dengan produk saya sebab saya selalu memperbaiki produk saya lewat komplain yang saya terima dari para pelanggan.

Begitu pun juga dengan situs Anandastoon ini, saya membuka formulir komplain yang dapat diisi setiap pembaca, dan kalian pun dapat melihat apa saja catatan perbaikan yang telah saya terapkan untuk situs Anandastoon di sini.

Saya sangat senang jika saya menerima komplain yang begitu detail, syukur jika disertakan solusi. Namun jika tidak disertakan solusi pun tidak mengapa, sebab komplain yang detail saja dapat membuat saya berbahagia jika saya menilai komplain tersebut dapat membawa produk saya lebih baik lagi.

Apalagi jika komplain tersebut datang dari orang-orang profesional.

Bukankah produk yang semakin baik akan mendapatkan semakin banyak lirikan?

Jika seseorang sudah ahli dalam mengolah komplain, yang akan terjadi dalam hidupnya hanyalah perbaikan dan peningkatan kualitas hidup. Itulah salah satu prinsip yang saya yakini.

Kemudian mengenai komplimen atau pujian, ini sudah jelas karena setiap orang pastinya memerlukan beberapa pengakuan dan apresiasi.

Komplimen dapat membuat seseorang menjadi lebih bersemangat dalam menerjuni kegiatannya, menjadikan ia lebih produktif.

Terkadang kita menyenangi hasil kerja dari seseorang, maka berikanlah ia komplimen agar ia dapat terus berkarya.

Dan sebaiknya agar tidak memberikan komplimen yang hanya sekedar formalitas seperti, “mantap”, “keren”, “amazing”, kemudian sudah. Cobalah untuk memberikan detail apa saja yang kita maksud dengan “mantap”, “keren”, “amazing” itu.

Mengapa kita harus memberikan komplimen? Karena banyak sekali orang-orang yang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati di saat kita sedang nyaman di waktu santai kita.

Kurangnya komplimen dapat membuat seseorang berhenti dari kegiatan positifnya, sehingga membuat beberapa penggemarnya tidak lagi menikmati karyanya.

Misalnya, saat kita memiliki penulis favorit yang kini tidak lagi menulis, mungkin salah satu alasannya karena sang penulis tidak mendapatkan cukup banyak komplain dan komplimen, sehingga sang penulis merasa kegiatan menulisnya kurang bermanfaat.

Memberikan komplimen tentu dapat membuat kita lebih berbahagia sebab itu dapat membuat para kreator konten favorit kita terus menghasilkan karya-karya positif mereka.

Jika memang tidak dapat memberikan komplimen kepada seorang kreator konten yang mengecewakan, maka cobalah untuk memberikan komplain atau unek-unek yang harus kita keluarkan kepada mereka.

Jika ternyata masih tidak bisa, maka sebaiknya kita tinggalkan kreator konten tersebut daripada memberikan komentar yang sangat tidak membangun.

Begitu pun saat kita merasakan kinerja positif dari seseorang. Misalnya ada seseorang yang melakukan sesuatu yang positif dengan ikhlas seperti membagikan makanan, hingga membangun fasilitas umum. Orang-orang seperti itu wajib kita semangati dan berikan komplimen.

Sayangnya, alih-alih memberikan komplimen, beberapa orang justru menyindir orang-orang baik tersebut dengan, “Wajar kan dia memang orang kaya.” dan lain sebagainya. Padahal mereka juga yang terdampak dari kegiatan positif tersebut.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengajukan komplain jika kita memang tidak senang dengan suatu perbuatan. Tidak perlu berlindung di balik alasan agamis bahwa kita bisa mengikhlaskan perbuatan orang itu.

Banyak orang yang katanya ikhlas dengan perbuatan negatif seseorang namun mereka sendiri masih kerap mengungkit-ungkitnya. Padahal perbuatan negatif seseorang itu juga berpotensi mengganggu orang di sekitarnya.

Kemudian berikanlah komplimen kepada orang-orang yang kita favoritkan. Jangan sampai mereka ‘hilang’ sebab kita lalai memberikan mereka komplimen.

Dan terakhir, komplain apa yang sudah kita terapkan hari ini, atau setidaknya minggu ini?

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
πŸ€— Selesai! πŸ€—

Nilai Keterbacaan

Polling

Sugesti

Permainan

  • Sebelumnya
    Birthday Blues, 5 Kesedihan Di Hari Ulang Tahun

    Berikutnya
    5 Tips Mencari Peluang Agar Lebih Cepat Diraih



  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. πŸ˜‰

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. 😊


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. πŸ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. πŸ€—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Wah, poll telah selesai. πŸ€—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll πŸ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini Anandastoon akan menebak apa artikel yang mungkin menarik bagi kalian untuk baca.

    Temanya bermacam-macam, mulai dari humor, opini, horor, dan yang lainnya. 😊

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini kalian dapat main game langsung di artikel yang baru saja kalian baca! Wew!

    Ingin main game Anandastoon yang lain? Kalian dapat klik menu di pojok kiri bawah dan pilih Game Anandastoon. 😊