manfaat blogging

Sebenarnya saya mulai ingin memiliki situs web sendiri saat saya melihat website Spacetoon yang berbahasa Arab. Namun saya benar-benar tidak tahu ingin mulai dari mana.

Kebetulan beberapa hari setelah itu, saya menemukan teman saya mengirimkan tautan di beranda Facebooknya. Ternyata itu adalah situs webnya, atau blog lebih tepatnya. Ia membuat blognya di Blogspot, jadilah saya juga tertarik untuk membuatnya satu.

Saya mulai ke warnet untuk membuka Google dan mencari tahu tentang Blogspot. Jadilah saya mendapatkan tutorial lengkap jadi langsung saja saya buat blog saya sendiri via Blogspot yang penyedianya adalah Blogger.

Lahirlah pada saat itu anandastoon dot blogspot dot com, pada tahun 2011.

Memang saya ingin menulis apa di sana? Apa pun yang ingin saya bagikan.

Dan pada tahun 2014, seorang rekan kerja menyarankan saya untuk membuat situs web saya sendiri yang langsung berakhiran .com. Dia mencarikan hosting untuk saya dan dapatlah IDHostinger yang masih saya pakai hingga sekarang.

Mengapa ia memilihkan saya penyedia layanan tersebut? Simpel, karena pada saat itu sedang ada diskon besar-besaran hingga 90%. Saya lupa harga awalnya berapa, namun saya hanya membayar Rp74.000 untuk mendapatkan layanan hosting berikut domainnya.

Selanjutnya, beberapa konten saya mulai pindahkan dari blog saya yang lama ke anandastoon.com ini.

Saat memindahkan konten, saya melihat lagi bagaimana tulisan yang pertama kali saya tulis di blog lama saya tersebut. Ada yang membuat saya senyum-senyum sendiri, malu, hingga meringis.

Tentu saja tidak semua konten saya pindahkan, meskipun saya mungkin saya akan rindu dengan tulisan-tulisan yang saya bahkan tidak ingin lihat lagi itu.

Nah, sekarang, selama delapan tahun saya bersama anandastoon dot com ini, apa saja manfaat blogging yang saya dapatkan? Saya hitung-hitung ada delapan buah.


Manfaat Blogging yang Saya Rasakan

Saya akan mulai dari yang paling kentara sekali.

1. Memperbaiki kualitas tulisan

Seseorang sudah dapat dikatakan tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik jika ia dapat dengan mudah menemukan kekurangan-kekurangan pada hasil karyanya sendiri, termasuk karya tulisnya.

Hal itu terjadi pada saya tentu saja. Serius, saya bahkan sedikit tidak ingin melihat tulisan saya lima hingga enam tahun sebelumnya dan cenderung ingin mematikan komentar di seluruh tulisan itu.

Jika dahulu gaya penulisan saya masih sangat berantakan dan sulit dimengerti, sekarang sebenarnya mungkin masih berantakan dan juga masih sulit dimengerti, hanya lebih baik saja dari tahun-tahun lalu, saya rasa.

2. Perlahan menjadi terorganisir

Saat jumlah artikel sudah lebih dari 500, saya pernah mulai merasa kerepotan sendiri saat ingin ditaruh di kategori mana artikel-artikel ini karena dari awal penyusunan kategori sangat berantakan dan tidak terurus.

Sesuatu yang seharusnya menjadi tag, saya justru jadikan kategori. Pada akhirnya saya kebingungan sendiri saat ingin mencari artikel dan menentukannya ingin di kategori mana.

Pada akhirnya, saya ciutkan hanya menjadi tujuh kategori dari total sebelumnya 34.

3. Menghargai arti dari sebuah manajemen

Blogging ini butuh waktu dan tenaga. Apalagi setelah saya membeli layanan hosting, saya seakan dituntut untuk terus mengisi konten di situs web saya ini.

Maka dari itu saya selalu mengatur strategi dan menyediakan waktu agar terus dapat menulis artikel-artikel baru, baik dari pikiran sendiri ataupun dari konten situs lain yang saya rasa menarik untuk dibagikan. Tak lupa saya sertakan juga sumbernya di bagian bawah artikel, khusus untuk artikel yang disadur dari situs lain.

4. Menyadari arti para pembaca

Salah satu tujuan utama blogging adalah untuk berbagi. Berbagi kepada siapa? Tentu saja kepada publik atau khalayak ramai. Setiap orang dapat mengunjungi blog kita dan menikmati kontennya.

Saya terkadang sedih jika metrik kunjungan blog saya menurun yang artinya sedikit sekali para pembaca yang berkunjung kepada blog saya pada saat itu.

Di sanalah saya menyadari bahwa pengunjung dan pembaca konten blog saya adalah customer, apalagi semenjak saya memasang iklan.

Akhirnya saya mulai mencari tips bagaimana cara mempertahankan frekuensi kunjungan. Saya mulai membuat fitur-fitur perbaikan yang dapat dilihat di sini, dan mulai merapikan tulisan seperti, mengurangi jumlah tulisan yang memiliki lebih dari empat atau lima baris dalam satu paragraf.

5. Menambah banyak pengalaman dan kreativitas baru

Ini mungkin manfaat yang sudah umum, namun bagaimana saya menambah pengalaman baru dari blogging?

Adakalanya seorang blogger merasa bosan saat tema konten blognya hanya sebatas begitu-begitu saja, ia mungkin akan melebarkan sayapnya dengan menyentuh tema-tema lain untuk menjadi bahan kontennya.

Misalnya, saat penyedia konten horor sudah jemu dengan blog yang isinya hanya pengalaman-pengalaman horornya saja, ia mungkin mulai merambah kepada penulisan beberapa pengetahuan, basis data, hingga tips yang berhubungan dengan misteri. Atau bahkan mencampuradukkan tema horor dengan tema lain semisal komedi.

Inilah yang saya sebut dengan invasi kekuasaan dalam area blogging. Kita ‘mencaplok’ distrik-distrik tema yang masih bersinggungan dengan ‘kekuasaan’ kita.

Layaknya kerajaan, saya hanya perlu membuat area kekuasaan kita sendiri dalam blog kita, dan para pembacalah rakyatnya.

6. Menjadi sebuah portfolio

Yang ini pun sudah jelas. Jika seseorang ingin bekerja menjadi konten kreator, para penyedia lapangan kerja pastinya ingin meminta bukti. Blognya sudah cukup untuk menjadi portfolionya untuk kemudian dinilai bagaimana kualitas tulisannya.

7. Menjadi taman bermain bagi pembaca dan dirinya

Kita mungkin pernah bosan karena kita merasa sudah sangat sulit mencari konten-konten yang berkualitas nan menghibur, apa pun temanya.

Para blogger memiliki beban dan tanggung jawab yang harus diemban untuk terus menyediakan konten-konten menarik untuk para pembacanya. Para blogger juga harus secara cerdas mengolah trik agar para pembaca merasa nyaman di blognya.

Misalnya, saat para pembaca sudah selesai membaca sebuah artikel, di bagian bawah artikel tersebut tersedia beberapa artikel serupa yang siap dibaca.

Hal ini tentu saja dapat membuat pembaca dapat mencakup sebagian besar artikel yang dibuat oleh seorang blogger.

8. Menjadi lebih bijaksana

Inilah salah satu manfaat penting yang seharusnya diraih oleh para blogger, yakni menjadi bijaksana. Bijaksana bagaimana?

Jika seorang blogger membuat artikel murni dari hati, ia akan terus menambah wawasannya untuk terus mempercantik dan membuat para pembacanya lebih nyaman. Dari sanalah ia menyadari bahwa luas sekali ranah yang ia harus pelajari dan implementasi.

Dahulu, saya pernah menjadi seseorang yang sangat keras kepala dan enggan menerima masukan. Hari ini, secara tidak disadari saya seakan haus beberapa interaksi dari orang lain, entah itu masukan, komplain, atau bahkan pujian yang detail.

Semua interaksi yang masuk itu dapat membuat saya memotivasi untuk terus memperbaiki ‘kerajaan’ saya ini.

Namun tentu saja tidak semua saran dan masukan saya terima, saya hanya memilah kembali sebijak mungkin dan memprioritaskan saran yang jelas lagi sopan. Maksudnya sopan adalah, tidak menggunakan bahasa yang kasar dan menyakiti.


Semoga para pembaca terus dapat memberi saran kepada situs Anandastoon ini. Bahkan Anandastoon dengan senang hati menerima permohonan artikel yang ingin saya tulis.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas