Curug Cisawer

Pengennya pas H1 lebaran saya mau melanglangbuana lagi. Toh ngeliat Jakarta yang kosong melompong ditinggal mudik sama sebagian penduduk buminya, mau banget gituh ngabisin bensin di jalanan.

Etapi… kenangan kontroversial waktu saya ke Curug Cigamea khawatirnya kembali terulang. Dan itu sama-sama terjadi pas banget di H1 lebaran.

Yep, beneran deh, di hari itu saya cek Google Maps, isinya pada pertumpahan darah semua di luar Jakarta. Jalanannya pada merah bok!

Mungkin orang-orang yang gak mudik punya pikiran yang sama kalau mereka juga pengen piknik paska lebaran. Yang nggak mudik mikirnya jalanan sepi karena sisanya pada mudik.

Pada akhirnya, yang nggak mudik pada piknik semua dan ikut memer(i)ahkan jalanan yang biasanya nggak macet, yay! Terutama jalanan menuju kawasan wisata.

Saya inget betul salah satunya jalanan menuju pantai Pelabuhan Ratu pada merah merata. Berkilo-kilo kayaknya. Hiiyy…

Makanya saya tunda dulu ngebandelnya ke hari-hari yang anti mainstream.


Pernah diburu

Waktu zaman Trafi masih setia menemani si Anandastoon piknik pake angkot, sebetulnya ada daerah angkotable yang masuk wishlist saya buat saya datengin.

Nama daerahnya Nanggung. Angkotnya ada dari Leuwiliang.

Itu daerah pegunungan, pastinya banyak air terjun… dan ternyata betul.

Cuma sayangnya, tempat pemberhentian angkotnya gak sampe gerbang air terjunnya. Padahal Nanggung banget bentar lagiii…

Fine, karena udah punya si Kidil, saya bisa tanpa angkot. Lalu saya colek asisten saya, Simbah Gugel untuk buka produk Mapsnya, dan saya telusurin apa kira-kira air terjun yang bakal jadi santapan saya.

Ada nemu penanda Curug Cisawer, katanya sih aspal bagus sampe mobil juga bisa lewat. Yowis bungkus!

Sabtu itu rencana jam 9 pagi saya berangkat.

You know… seperti yang udah jadi lagu kebangsaan di artikel piknik Anandastoon ini, aktual berangkatnya nggak bener-bener jam 9.

Saya melek, liat jam di HP, tulisannya 09.45. Fak!

Mau saya tunda lagi ke minggu depan, tapi masalahnya langitnya lagi cerah-cerahnya. Jadinya ya Nanggung lah saya berangkat ajah!

Jam setengah 11 akhirnya saya berhasil menyeret si Kidil keluar.


Menyeruput atmosfer

Saya nggak mau komentar gimana pengalaman di jalannya. Intinya saya lewat Ciputat, Pasar Parung, lewat Talaga Kahuripan, dan nembus di Pasar Ciampea.

Karena udah zuhur jadinya saya solat dulu di masjid seketemunya di Ciampea. Terus lanjut lagi ke Nanggung, yang ternyata masih 30km lagi.

Nah pas udah sampe pertigaan Nanggung dan saya masuk belok kiri, kemudian nggak beberapa lama hawa tiba-tiba berubah.

Sekeliling tiba-tiba muncul perbukitan dan pegunungan, menyulap pemandangan sekitar jadi hal yang dirindukan orang-orang kota.

Sepanas-panas cuaca sepanjang jalan Leuwiliang tadi berganti jadi sejuk. Terasa angin-angin dari pegunungan mengelus-elus wajah saya. Segar betul alhamdulillah.

Curug Cisawer

Nah, saya minta bantuan dari Mapsnya Simbah untuk ngarahin ke Curug Cisawer itu.

Jadilah saya diarahkan sama Simbahnya menuju pegunungan yang di rambunya bertuliskan “Kawasan Geopark Pongkor”.

Eeaaa pakek embel-embel Geopark segala, mau nyaingin Ciletuh say ceritanya? Hehe…

Kualitas jalanannya di kawasan itu pula bisa saya katakan lumayan Nanggung. Sebenernya aspalnya gak jelek-jelek amat, tapi ya suka tiba-tiba rusak dan jadi bebatuan.

Memang Nanggung sebutannya. Persis kayak nama daerahnya, Nanggung.

Kalau kata ibu saya, nama itu doa, apa ada kaitannya ya? ๐Ÿค”๐Ÿ˜…

Ah bodo amat, yang penting saya bisa lanjut menikmati udara sejuk pegunungannya.


Hidden… gem?

Btw saya sempet diarahin ke jalan yang nggak-nggak sama simbah, lewatin jembatan besi tipis yang cuma muat satu sepeda motor aja. Mana abis itu lewat gang-gang rumah penduduk yang sempit banget lagi. Padahal kalau lewat jalan gedenya juga bisa meski muter dikittt.

Duh ada-ada aja. Untung aja gak lama kemudian saya tiba di jalan gede lagi.

Jalanan terus menanjak dan menanjak, sampai saya tiba di pertigaan yang ada Indo*maretnya. Wih keren betul di atas bukit ada minimarket. Cihiris kalau gak salah nama desanya.

Terus kata simbahnya saya udah sampe. Eh dimana? Dimana? Kok tiba-tiba main bilang udah sampe aja? Eui! Dimana pintu masuknya…?! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ฃ

Fine! Saya cari-cari sendiri aja. Dan pas beberapa kilometer muter-muter, ternyata pintu masuknya di sini.

Curug Cisawer

Curug Cisawer

Saya diarahin sama warga buat parkir di halaman masjid. Dan masjidnya juga besar, jadi bener kata reviewer kalau jalanannya bisa masuk mobil dan lumayan bagus juga aspalnya.

Ada seorang bapak yang mau nganterin saya ke air terjunnya, atau seenggaknya ke akses masuknya.

Parkirlah saya di halaman masjid, sambil ditungguin sama si bapaknya terus saya diantar ke dalam pemukiman warga yang tiba-tiba berakhir di hamparan sawah luas.

Curug Cisawer

Si bapak nunjuk ke air terjunnya yang memang udah terlihat cukup jelas, dan saya berterima kasih banyak sama bapaknya. Bapaknya kemudian pamit dan saya mulai telasar-telusur.

Saya baru nyadar kalau saya sendirian di area itu. Ada sih anak-anak lagi pada mandi di sungai tapi bukan yang arah air terjunnya.

Jalannya cuma ada setapak di sawah aja jadi saya harus pinter-pinter cari perempatan buat beloknya. Mirip kayak lagi main cari jalan di Benteng Takeshi itu, minus monsternya sama penghalang-penghalangnya hehe…

Curug Cisawer

Jalanan susur sawahnya sih udah pasti tanah merah, tapi untungnya pas lagi cerah.

Di tengah sawah ada saung, saya bisa mampir dulu buat makan roti sama minum susu botol yang udah saya siapin di tas.

Sembari makan, saya larut dalam kesendirian di tengah saung yang saya main asal duduk aja di situ. Memandangi apa pun hamparan pandang yang udah jadi ciri khas ‘healing’ dan ‘being lost’.

Curug Cisawer

Roti dan susunya nggak terasa udah habis. Sampahnya saya masukin lagi kok ke dalem tas. Don’t worry… ๐Ÿ˜‰

Setelah melihat puas duduk saya lanjut lagi. Saya liat jam udah pukul dua lewat. Yah seenggaknya lumayan bisa dapet sejam sambil nunggu ashar di air terjunnya.

Curug Cisawer ini lumayan unik karena air terjunnya dari tebing yang bukan arus sungai utamanya.

Curug Cisawer

FYI, air terjunnya meskipun tinggi, tapi nggak deras. Jadi kesannya air terjunnya Nanggung.

Tapi mau gimana lagi, di atasnya itu sebenernya tempat saya ‘disasarin’ sama Simbah Gugel. Mungkin Simbahnya juga nggak tau di mana pintu masuknya jadinya ya dia sangka pintu masuknya ada di atas tebingnya wakakak.

Cuma, cuma… cumaaa… di atas itu pemukiman padat penduduk juga. Ada bengkel, minimarket, dan usaha warga lainnya. Jadi nggak usah berharap airnya bisa bening, sebening kaca.

Soalnya sumber sungai air terjunnya bisa jadi udah berubah jadi ‘got’. ๐Ÿ˜‚

Saya nggak mau mikirin itu dan berusaha untuk main-main di sungainya sambil dengerin suara deburan air terjunnya yang sebenernya sih, gak gereget banget. Debit airnya Nanggung sih…

Curug Cisawer


Cekpoin

Gak kerasa udah mau ashar, jadinya saya balik ke masjid lagi buat solat jamaah.

Saya menyapa seorang bapak yang lagi di sawah. Gak saya sangka, si bapaknya berkata panjang lebar.

Intinya, tadinya mau dibuat kawasan wisata, tapi airnya gak jernih soalnya di atas banyak aktivitas warga juga.

Saya dan si bapak tertawa.

Yup, si bapaknya juga seakan setuju kalau terlalu Nanggung untuk jadi tempat wisata, alhasil dibiarin aja begitu.

Bener-bener NO biaya masuk dan NO biaya parkir.

Entah saya ingin bahagia atau cukup menyeringai aja dengan itu. Mau gimana lagi, suasananya pada Nanggung begitu wakakak.

Yaudah saya solat ashar berjamaah dan setelah solat, ada jamaah berbincang-bincang.

Biasa, nanya mau kemana, dari mana, tapi dia bilang kalau di dekat sini ada air terjun lagi. Saya liat jam masih setengah empat. Lanjut ke air terjun lainnya nggak ya?

Bersambung ke bagian dua. Maunya saya selesaiin jadi satu artikel, tapi yaudahlah saya buat dua part aja… soalnya Nanggung.


Galeri

Curug Cisawer Curug Cisawer Curug Cisawer Curug Cisawer Curug Cisawer Curug Cisawer Curug Cisawer

 

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
๐Ÿค— Selesai! ๐Ÿค—
Anandastoon telah memiliki ikhtisar dan visualisasi tentang kemana saja Anandastoon telah ngebandel selama ini. Klik di sini.

  • Sebelumnya
    Episode Piknik Terabaikan #5: Curug Sodong & Curug Cikanteh

    Berikutnya
    Serba Nanggung 2: Bogor Nanggung, Curug Cikaung


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. ๐Ÿ˜‰

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. ๐Ÿ˜Š


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. ๐Ÿ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. ๐Ÿ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. ๐Ÿค—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Atau, sedang tidak ingin mengisi poll?

     

    Wah, poll telah selesai. ๐Ÿค—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll ๐Ÿ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya Anandastoon akan menebak rekomendasi artikel yang kamu inginkan ~

    Heihei maihei para pembaca...

    Selesai membaca artikel Anandastoon? Mari, saya coba sarankan artikel lainnya. ๐Ÿ”ฎ

     

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon

    Di sini nantinya kamu bisa main game langsung di artikelnya.

    Permainan di Artikel

    Bermain dengan artikel yang baru saja kamu baca? ๐Ÿ˜ฑ Kek gimana tuh?
    Simpel kok, cuma cari kata dalam waktu yang ditentukan.

    Mempersiapkan game...

    Aturan Permainan

    1. Kamu akan diberikan sebuah kata.

    2. Kamu wajib mencari kata tersebut dalam artikel.

    3. Kata yang ditemukan harap diblok atau dipilih.
    Bisa dengan klik dua kali di laptop, atau di-tap dan tahan sampai kata terblok.

    4. Terus begitu sampai kuota habis. Biasanya jumlahnya 10 kuota.

    5. Kamu akan berhadapan dengan waktu yang terus berjalan.

    6. DILARANG Inspect Element, CTRL + F, atau find and replace. Juga DILARANG berpindah tab/windows.