Review Film Disney/Pixar: Frozen 2

Frozen 2

Akhirnya saya tergerak untuk menulis lagi review sebuah film dari perusahaan produksi film animasi favorit saya, Disney. Sejujurnya, saya sudah menunggu film Frozen 2 ini dari awal tahun, tepatnya Januari saat trailer teaser pertama Frozen 2 diluncurkan. Saya pikir, “Wew, this is gonna be good!

Bahkan baru teasernya saja, Frozen 2 sudah menyabet rekor sebagai trailer film pertama yang berhasil mendapatkan ratusan juta view dalam SATU malam. Saya termasuk salah satu dari yang ratusan juta itu.

Apa menariknya teaser trailer tersebut? Ya iya menarik dong, It’s like Elsa will join the next Avenger. Terlihat animasi laut yang saya pikir itu tempelan dari video laut asli (ternyata laut realistis itu hanyalah CGI!) dan Elsa yang sepertinya berlatih untuk kejuaraan berbagai olahraga air untuk pertandingan olimpiade tahun depan.

Apa? November? Yah! Sebelas bulan lagi donk!

Frozen 2

Tik tok tik tok, November. Saya membelikan dua tiket untuk karyawan saya. Kebetulan eks-eks-wan cuma tinggal kepeleset dari kantor alhamdulillah nikmat punya kantor tengah kota wahahah.

Para pemirsa, diharapkan untuk memasuki ruangan teater 1 karena film sebentar lagi dimulai“. Frozen 2, I’m coming.

Dalam review ini saya akan mencoba untuk sama sekali tidak menuliskan “Spoiler”.


  • Animasi: 10/10

Eh buset gila, Disney pamer CGI ampun-ampunan dan sukses besar. Dari awal teasernya saja sudah ketahuan bahwa Disney akan menyerang pemirsanya dengan glamor animasi yang bertubi-tubi. Itu saya baru berbicara grafis. Kadang bingung juga sih, grafis segala sesuatunya terlihat lumayan realistis, namun karakternya masih terlihat seperti boneka plastik hahah.

Dan Disney tetaplah Disney dengan mempertahankan kerealistisannya seperti ekspresi raut muka dan akting-akting karakternya yang begitu terlihat natural. Saya terkesan, ekspresi kagetnya Elsa, tengilnya Olaf, saltingnya Kristoff, dan sisanya membuat film animasi seperti film sungguhan karena akting alaminya.


  • Komedi: 9/10

Ini juga gila sih, setengah film pertama saya dan karyawan saya ngakak sampai saya susah membedakan mana gelas minum dan mana popcorn. Kebelet saya jadi hilang melihat humor yang dikemas dengan natural namun brilian di Frozen 2 hingga saya jadi khawatir apakah celana saya basah atau tidak.

Tidak hanya permainan kata dan emosi yang tiba-tiba berubah drastis di mana itu sukses membuat bioskop riuh karena tawa para hadirin dan maerot, eh hadirot. Komedi Frozen dua pun sukses besar dengan juga menggabungkan ekspresi wajah karakter yang, “The hell am I listening/facing“. Wow, just wow.

Kata Olaf, “Suara Elsa agak pales“.

Oh, pastinya saya tidak lupa dengan tragedi hampir habisnya kotak tertawa saya karena menurut saya dan karyawan saya itu kebangetan, yaitu saat Kristoff menyanyikan lagu yang backsoundnya adalah para reindeer dan scenenya seperti musik jadul tahun 80-an yang video editingnya masih parah beud. Geli bin najis bhahahah.


  • Musik: 6/10

Semua musiknya kebanyakan “AH AH AH AH”. Ya tidak salah juga sih orang plotnya juga semuanya tentang “AH AH AH AH”. Ettt, ini bukan film porno loh yah.

“Into the Unknown” dan “Some Things Never Change” sedikit menempel di kepala saya, namun harmoni dan alunan nadanya masih sulit untuk dicerna. “Show Yourself” yang seharusnya potensial, justru selama musik itu berlangsung di sinema, saya sampai mengercip-kercipkan mata mencoba untuk mengikuti melodinya. Gagal.

Apakah Disney ingin memamerkan Idina Menzel dengan oktaf tingginya?

Sisanya bahkan saya tidak paham apa maksudnya sama sekali. Frozen 2 saya pikir terlalu musikal dengan tidak ada satu pun musik yang bisa disejajarkan dengan seluruh musik di Frozen pertama, terutama sang legendaris Let It Go dan sepupunya, Love is An Open Door.

Sayang. Untuk poin ini Disney cukup anjlok.


  • Cerita: 2/10

Guys, guys, inga… ingaaa! Disney itu sudah dikenal payah dalam membuat sekuel. Sudahlah saya masih kecewa dengan film Ralph Breaks The Internet karena antiklimaksnya terlalu simpel, kini Frozen 2 bahkan saya pikir hampir tidak punya plot sama sekali. What.

Setidaknya film Ralph Internet masih memiliki ketegangan dengan virus-virus Ralph dan eksploringnya yang mengagumkan masih dapat membuat saya berani memberikan nilai aman untuk jalan ceritanya. Ditambah, Ralph Internet memiliki event yang berhasil membuat saya benar-benar sedih.

Frozen 2? No. Huruf X besar saya beri untuk plotnya. Semua plot sekuelnya klise dan dipaksakan. Siapa yang bertanggungjawab atas penulis naskahnya? Apakah sebagian besar dana terlalu dialokasikan untuk menggaji animatornya? Tidak ada plot twist sama sekali. Apa? Status Elsa pada akhir film? Saya tidak merasa itu plot twist. Tidak ada kesan sama sekali saat saya meninggalkan ruangan.

Intinya, saya seperti diperlakukan sebagai anak kecil yang sedang menonton film kartun di mana penjahatnya tiba-tiba kalah karena dicolek oleh si baik dan film selesai. Oh, apa benar-benar ada tokoh antagonis di Frozen 2? Kecewa. Padahal saya ingin film Frozen 2 yang dimaksimalkan potensinya seperti yang saya lihat di trailernya. Dah, Avenger mungkin akan mencoret Elsa setelah ini hahah.

Lebih baik Disney bikin film baru di luar sekuel dan Live Action. Serius.


  • Kesimpulan

Disney, listen! Meskipun orang-orang akan benar-benar dibuat kagum dengan kecanggihan CGI you, serius, yang namanya orang ke bioskop ya ingin menonton pelem. Kalo cuma animasi realistis, tuh iklan rokok banyak yang animasinya realistis hahah. Sekarang saya jadi begitu khawatir Disney terlalu banyak mengalokasikan dananya ke bagian animator daripada penulis naskahnya.

It is a real let down from Disney. Setidaknya komedi Frozen 2 masih menyelamatkan uang saya hehe.

Saya hanya menanggap film Frozen 2 sebagai “Cash grab”nya Disney, mengingat Frozen pertama mencetak rekor sebagai film animasi dengan penghasilan tertinggi di dunia. Apa Disney juga mengincar oscar dari musik-musiknya yang kebanyakan saya tidak ingat sama sekali? Saya yakin iya. Mereka begitu ingin mengulang kesuksesan Let It Go so bad. Kasihan.

Nilai keseluruhan: 4/10

Isi kotak di bawah untuk berkomentar, atau artikel di atas dapat kalian diskusikan di Forum Terbaru Anandastoon. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon