Encanto

Ada dua film animasi Disney yang bukan sekuel dan live action selama 2021, Raya dan Encanto. Betewe saya sudah bahas film Raya di sini (spoiler: ada INDONESIAAAA AKKK!!!), jadi sekarang saya review Encanto.

Filmnya tayang di bioskop, tapi justru banyak yang pengennya tayang di Disney+. Masih mager gegara pandemi ya… Hingga akhir tahun filmnya baru tayang di Disney+, NICE!J

Film animasi yang kini bersetting di Kolombia ini awalnya tidak terlalu menarik perhatian saya. Kalau dilihat dari trailernya, memang benar kalau sentuhan Disney kental dengan sihir dan nyanyi-nyanyi, dan Encanto punya elemen itu semua.

Hanya, saya khawatir Encanto ini mungkin akan menjadi Frozen 2 yang jalan ceritanya tidak jelas karena karakternya pada sibuk nyanyi-nyanyi sepanjang film. Oh my dear God, apakah Disney akan berubah jadi film Bollywood?

Apalagi jika dibandingkan dengan sepupunya si Pixar itu, kualitas animasi Disney dari sisi plot saya pikir sudah benar-benar tertinggal jauh.

Bahkan Raya yang tidak memiliki sesi nyanyi-nyanyi sekali pun, plotnya terlihat begitu flat dan terlalu banyak adegan bela diri. Oke, mungkin di mata orang luar, Asia Tenggara itu masih tempat yang sangat rawan kejahatan sehingga harus ada sesi berantem-beranteman setiap lima meter sekali. 🤷‍♀️

Apakah Encanto akan menemui nasib seperti film-film animasi Disney akhir-akhir ini? Apalagi saya lihat banyak kritik-kritik kejam nan sadis di IMDb yang mengarah ke Encanto ini.

Dalam review ini saya akan mencoba untuk sama sekali tidak menuliskan “Spoiler”.


Animasi: 10/10

Plis, ini Disney. Jadi apa yang harus saya komentari? Animasi dengan grafik yang realistis dan begitu utopia telah menjadi standar yang hampir tidak dimiliki oleh produsen animasi lain.

Karakternya masih terlihat seperti plastik dengan mata menonjol, dan saya tidak masalah dengan itu. Setidaknya saya akui modelling karakternya jauh lebih baik daripada film sebelumnya, Raya, yang benar-benar terlihat seperti boneka loakan. (ups)

Saya sekali lagi terkesan. Disney masih mempertahankan bagian yang ini dengan perbaikan yang benar-benar signifikan.

Encanto Encanto Encanto

Bravo Disney… you know how much I love these fantasy scenes!

Diluar dugaan saya, benar-benar diluar dugaan saya. Saya pikir tadinya animasinya akan sedikit membosankan karena ceritanya tentang keluarga yang punya sihir, diperkenalkan satu per satu dengan animasi yang imut dan ceria, terus tamat.

Ternyata lebih dari sekedar itu. Adegan ‘sisi gelap’ film ini pun benar-benar digambarkan dengan sempurna sehingga atmosfernya jauh lebih terasa.


Musik: 7/10

Semenjak ini adalah film animasi musikal, saya berharap ada satu atau dua musik yang nempel. Namun ternyata tidak ada sama sekali.

Tetapi… tapi… tapi…

Musiknya tidak buruk, dan secara mengejutkan musiknya yang sekebon itu justru tidak mengganggu jalan cerita, sebaliknya malah membantu audiens memahami jalan ceritanya dengan lebih mudah.

Komposer musiknya sama dengan Moana, yakni Lin-Manuel Miranda. Yang sebenarnya, saya sedikit kurang begitu nge-fans sama musik-musiknya. Maksudnya meski musiknya bagus, rich, dan catchy, namun saya pikir agak terlalu modern sehingga kesan magisnya agak kurang.

Tapi tidak mengapa, itu selera individual. Untuk seni, saya boleh dong subjektif ~

Para penggemar LMM, plis jangan gebugin Anandastoon. 🙏


Komedi: 8/10

Saya lihat banyak review di IMDb kalau Encanto ini film yang membosankan dan komedinya nggak lucu. Well, saya akui awalnya iya, komedinya murahan dan hanya daur ulang dari film-film animasi sebelumnya seperti adegan kejedot dan keserimpet.

Dan setelah seperempat film, Disney baru menunjukkan taringnya bahwa anggapan orang-orang tersebut salah.

KOMEDINYA ENJOYABLE! SUNGGUH.

Yes, saya tahu ini bukan sitkom jadi jangan berharap akan ada komedi setiap sepuluh detik. But boys, ada komedi-komedi cerdas yang berasal dari plot twist-plot twist ringan sepanjang jalannya film. Saya terkesan.

Ditambah lagi, Disney memanfaatkan kemistri Mirabel dengan seluruh saudara-saudaranya dengan sangat maksimal dan realistis. Kalian tahu, seperti pertengkaran kakak adik atau kelakuan konyol nan tengil dari salah satu anggota keluarga.

Plus, Disney menambahkan bumbu komedi yang terselip dari adegan-adegan saat anggota keluarganya saat mereka menggunakan sihirnya dengan tak terduga.

Saya ingat ada satu cuplikan yang berhasil membuat saya ngakak sengakak-ngakaknya, mungkin sampai orang sebelah mikirnya ada pasien RSJ yang baru aja lepas dari kandang.

Recommended. Serius, recommended.


Cerita: 9/10

Sejujurnya, saya lumayan kaget saya bisa bisa memberikan nilai hampir sempurna di jalan cerita film Disney terbaru ini setelah saya kehilangan kepercayaan kepada kemampuan Disney dalam membangun jalan cerita di film-film animasi sejak Frozen 2.

Meskipun akhir cerita mungkin sudah dapat ditebak dari dua puluh menit pertama, namun saya agak mengabaikan hal itu. Mengapa?

Disney berhasil menyusupkan kejutan-kejutan kecil selama jalan cerita, meski tidak seintens Coco. Itu yang membuat saya lebih dapat menikmati jalan cerita tanpa harus khawatir jalan ceritanya mudah ditebak hingga akhir.

Bahkan dengan beberapa kejutan mini di sepanjang cerita, saya sampai lupa bagaimana akhir cerita yang akan disajikan Disney. Nice try, Disney!

Adegan yang mengharukannya begitu mengalir, seluruh plot ceritanya sangat mengalir. Saya sampai terbawa arus saat menonton.

Yah, meskipun tidak ada antagonis di film ini, atau sekali pun ada, itu bukanlah karakter jahat yang harus dibuang ke jurang seperti di film-film animasi Disney lawas.

Namun tetap, jalan ceritanya berkesan dan enjoyable.


Kesimpulan

Inilah harta karun Disney yang hilang itu. Saya senang Disney telah menemukan permatanya kembali.

Komedinya dapet, jalan ceritanya dapet, atmosfernya dapet, klimaksnya dapet, tegangnya dapet, sayangnya musiknya kurang dapet tapi di satu sisi musiknya tidak boring dan justru membantu saya memahami jalannya cerita.

Well, ini bukan film animasi laga seperti Raya jadi jangan harap bakal ada adegan berantem-beranteman. Ini adalah film yang beautiful, ramah semua usia, dan film keluarga yang direkomendasikan.

Pesan moralnya simpel dan agak klise, namun penyampaiannya benar-benar membuat merinding. Salut buat Disney!

Dan, kapan lagi melihat sebuah rumah yang tidak memiliki mata dan dapat berbicara, dapat menjadi sebuah karakter film yang punya daya tariknya sendiri?


Nilai keseluruhan: 8.5/10

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 2 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    1. Dari kapan hari mau nonton ini, tapi ditunda-tunda terus. Ternyata bagus juga. Yass, utopianya berasa. Pas mau akhir, malah berasa bamer di depan mata karena terharu sama Mirabel. Kalau magical music-nya kayaknya berasa kalo Isabela nyanyi.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas