Orang yang Bermanfaat

Saya memahami mungkin banyak di antara kita yang terkadang merasa diri ini tidak berguna, tidak bermanfaat bagi orang lain. Kita mungkin membandingkannya dengan orang-orang seusia kita yang telah terlihat mendapatkan kesuksesan.

Namun… adakalanya saya sendiri mempertanyakan bagaimana standar kesuksesan dalam benak orang-orang.

Apakah yang dimaksud dengan sukses di sini adalah memiliki harta yang berlimpah? Sebab jika iya, koruptor pun termasuk kategori orang sukses, apakah seperti itu kesuksesan yang kita inginkan?

Atau jika yang dimaksud dengan kesuksesan adalah orang yang berpendidikan tinggi atau kuliah di luar negeri, entah dengan beasiswa maupun yang tidak, sejujurnya, mereka telah mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tetapi itu masih belum cukup untuk dijadikan standar kesuksesan. Mengapa? Tentu saja karena kita masih belum mengetahui apa timbal balik yang disalurkan oleh para terpelajar tersebut.

Salah satu alasan mengapa seseorang terkadang merasa dirinya tidak berguna kemungkinan besar adalah minimnya manfaat yang mereka hasilkan untuk orang lain.

Contohnya, ada sarjana yang mendapatkan predikat sempurna hingga cumlaude, namun ia berakhir menjadi beban di keluarganya karena menganggur dan tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Seluruh kebanggaan yang tadinya mengalir kepadanya, kini berubah menjadi sebuah distopia.

Sekarang jika kita berbicara manusia yang bermanfaat, saya sendiri mungkin masih sering terkecoh untuk melihat siapa orang yang bermanfaat yang dapat memberikan inspirasi dan siapa yang terlihat bermanfaat, padahal sebenarnya belum.

Setelah saya bertahun-tahun perhatikan, akhirnya saya mendapatkan sedikit pencerahan untuk dapat lebih mencirikan mana orang yang bermanfaat dan mana yang belum.

Saya temukan lima, semoga dapat menginspirasi kita untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat agar semakin jarang kita merasa diri kita tidak berguna.


Gengsi orang bermanfaat berbeda

Jika ada orang yang merasa bahwa memiliki harta yang menggunung, atau jabatan yang agung, atau pujian yang berlimpah dapat meningkatkan gengsi mereka di hadapan orang lain, orang yang telah bermanfaat bagi orang lain sudah tidak lagi ada di tahap itu.

Setiap orang memiliki level atau derajat, dan derajat seseorang adalah sebuah hal yang tampak.

Kita dapat melihat seorang gamer itu handal jika dia telah jelas terlihat menggunakan keahlian gamingnya dengan tangan dan kakinya sendiri, ia anti memakai cheat dan cara curang lainnya karena itu dapat menghinakan kemampuan gamingnya yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

Jika kita pernah melihat acara TV mengenai bagaimana terampilnya orang Jepang yang begitu teliti mereka dalam melakukan sesuatu, kita sudah secara otomatis menilai bahwa orang Jepang memiliki keahlian murni dengan derajat kemampuan yang sulit tertandingi.

Begitu pun dengan orang yang bermanfaat. Mereka sudah tidak berada lagi di level gengsi yang hanya memandang kesuksesan hanya dari sisi materi saja, entah berupa harta, tahta, atau cinta.

Meskipun orang yang bermanfaat mungkin masih menginginkan harta atau jabatan atau apresiasi yang lebih baik, mereka hanya melakukan itu lewat kemampuan mereka saja. Tidak ada cara curang seperti memaksakan kredit barang mewah padahal belum mampu hanya demi gengsi.

Artinya, jika orang yang bermanfaat belum waktunya mendapatkan harta atau jabatan lebih, mereka tidak masalah. Mengapa?

Karena tentu saja, mereka sudah merasakan manfaat dari kemampuannya sendiri dan bahkan manfaatnya dapat terasa bagi orang lain, mereka sudah berbahagia dengan itu.

Itulah mengapa orang yang bermanfaat sudah tidak lagi berada di level orang-orang yang beranggapan bahwa gengsi hanya bisa diraih dengan harta yang lebih banyak atau jabatan yang lebih tinggi.


Orang bermanfaat peduli progres

Apa itu progres? Beberapa orang masih ada yang menyangka jika progres artinya adalah “selalu ada kegiatan”.

Lucu saat saya bertanya kepada kenalan saya, “Bagaimana progresmu hari ini?”

Dia menjawab, “Ada Nan, nyapu, ngepel…”

Oh dear, itu kewajiban, bukan progres.

Progres berasal dari bahasa Inggris progress yang artinya adalah kemajuan. Jadi apa pun yang lebih baik dari sebelumnya dapat disebut progres.

Misalnya, saat seseorang bepergian, biasanya setiap jam ia secara otomatis akan mengecek progres perjalanannya, seperti sudah berapa kilometer ia lalui.

Begitupun dengan orang-orang yang bermanfaat. Mereka begitu peduli dengan progres mereka setiap hari. Dan sekali lagi, progres bukanlah kewajiban.

Yang membedakan progres dan kewajiban adalah, jika seseorang telah menyelesaikan pekerjaan rutinnya pada hari itu, maka itu adalah kewajibannya, bukan progres.

Progres adalah jika ia telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih cepat atau lebih efisien dan ia belajar sesuatu yang baru supaya kewajibannya dapat selesai lebih baik lagi.

Tidak heran, orang-orang yang bermanfaat terlihat lebih bahagia meskipun mereka memiliki segudang masalah. Bahkan dengan progres mereka, orang lain akan ikut terkena dampak baiknya juga.

Sebab itulah, orang-orang yang bermanfaat dinilai lebih di mata yang lain karena progres mereka selalu memberikan kejutan positif bagi orang lain. Dengan progres itulah orang-orang yang bermanfaat senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan yang berkesan bagi orang lain.


Orang bermanfaat disegani

Pernahkah kita melihat seseorang yang berseragam, memiliki wajah galak dan ditakuti? Perlu diketahui, orang yang bermanfaat tidak melakukan itu.

Ternyata masih banyak orang yang mengira bahwa bertindak galak dan berteriak-teriak adalah satu-satunya cara untuk membuat orang takut padanya.

Padahal, membuat orang lain agar takut kepadanya hanya dilakukan orang yang tidak memiliki manfaat. Mereka tidak tahu bagaimana cara orang menghormati mereka jadi mereka buat orang lain takut.

Padahal, takut dan segan memiliki arti yang berbeda jauh.

Orang yang ditakuti cenderung akan mendapat sumpah serapah yang mana mungkin diantara sumpah tersebut akan sampai di atas langit dan menjadi nyata bagi orang yang senang membuat takut orang lain.

Sedangkan orang yang disegani, secara sebaliknya, mereka kemungkinan akan mendapatkan doa dan penghormatan dari orang-orang disekelilingnya, membuat orang yang disegani tersebut menjadi lebih sejahtera dan bahagia.

Jika kita lihat petugas-petugas sipil di negara berkembang masih banyak yang menyalahgunakan wewenangnya untuk menakut-nakuti pelanggan atau rakya mereka yang seharunya mereka layani. Mereka memasang wajah galak agar pelanggan takut.

Sebaliknya di negara maju, para petugas sipil di sana banyak yang benar-benar sepenuh hati dalam melayani pelanggan atau rakyat mereka sehingga mereka secara otomatis mendapatkan simpati dari yang dilayani.

Jika seseorang sudah memiliki manfaat, ia tidak perlu lagi memasang wajah galak agar mendapatkan perhatian dari orang-orang. Justru sebaliknya, ia akan begitu hangat dengan orang lain. Sebab, kinerjanya yang begitu apik dan berwibawa sudah cukup untuk menarik simpati dari setiap orang.


Orang bermanfaat selalu melihat hal positif

Orang-orang yang bermanfaat hanya dapat mengambil hal yang positif dari segala sesuatu supaya dapat diterapkan kepada diri mereka demi menjadi orang yang lebih baik.

Misalnya, jika seseorang membandingkan negaranya dengan negara yang lebih maju, orang-orang yang bermanfaat akan terkesan dan ingin negaranya juga ingin seperti negara maju tersebut.

Sedangkan orang yang tidak bermanfaat, mereka akan dengan mudah menemukan sesuatu yang buruk dari negara maju tersebut dan menyebut bahwa negaranya masih lebih baik daripada negara maju tersebut.

Orang yang tidak bermanfaat begitu ahli dalam melihat sisi buruk dari orang lain, tidak peduli seberapa banyak kebaikan yang ada pada orang tersebut.

Inilah mengapa orang yang tidak bermanfaat cenderung tertinggal dan terbelakang. Mereka enggan berbuat yang lebih baik selama mereka masih menemukan sesuatu yang lebih buruk.

Bahkan saat melihat orang yang lebih sukses, orang-orang yang tidak bermanfaat cenderung lebih mencari-cari hal negatif dari orang-orang yang lebih sukses tersebut daripada meneladani hal yang baik dari mereka.


Orang bermanfaat ahli problem solving

Problem solving, atau memecahkan masalah adalah salah satu kemampuan mahal yang bernilai tinggi.

Orang yang bermanfaat takkan menyianyiakan apa pun, termasuk waktunya.

Inilah mengapa orang-orang yang bermanfaat cenderung peduli dengan sesuatu yang berada di sekelilingnya, dan dengan kepeduliannya itu, kemampuan problem solving mereka terasah.

Karena sudah begitu seringnya orang yang bermanfaat menyediakan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, mereka akan dengan mudah melihat masalah dan secara tidak langsung tertantang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dari sanalah pula kebijaksanaan orang yang bermanfaat akan terus dan terus bertambah.


Kesimpulan

Orang-orang yang bermanfaat memiliki keahlian dalam memberikan kenyamanan, baik bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mereka tidak lagi memiliki gengsi ‘murahan’ untuk mendapatkan perhatian orang lain karena kemampuan mereka sudah cukup untuk menarik simpati.

Ditambah lagi, orang-orang yang bermanfaat tidak akan menjadikan apa pun menjadi sia-sia, termasuk waktu mereka.

Inilah orang sukses yang sebenarnya. Jadi jika kita sedang merasa diri kita tidak berguna, maka mulailah untuk menjadi bermanfaat. Mulailah untuk melakukan progres dari hal yang paling kecil, memikirkan bagaimana cara setiap kegiatan kita selalu lebih baik dari hari ke hari.

Jika kita sudah terbiasa menjadi orang yang bermanfaat, insyaAllah kehidupan dan rezeki kita akan semakin mudah tanpa harus terlalu berpikir keras bagaimana cara mendapatkan tambahan harta atau kenaikan jabatan.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas