Bukit Cianten

Episode piknik yang hilang ini adalah rentetan kegiatan piknik Anandastoon yang tidak terdokumentasikan. Entah terlewat atau Anandastoon sedang gak mood buat nulisnya.

Tetapi, terkadang sayang juga jika memori dibiarin mendem terus gadget… Maka dari itu, berikut episode piknik Anandastoon yang hilang. Tidak sekompleks artikel piknik biasanya, dan jauh lebih pendek ~


Episode yang Hilang #2:

Bukit Cianten

Waktu itu memang saya penasaran banget sama perbatasan Bogor bagian barat. Jadilah saya iseng membuka harta karun saya yang bernama Google Maps untuk mengacak-acak bagian sana.

Ketemu deng, wisata perbukitan, daerah Cianten. Ada wisata Bukit Cianten, Bukit Bakukung, Bukit ini, Bukit itu, Bukit ini itu banyak sekali… 🎢🎡

Intinya karena di situ dataran tinggi semua, jadi pasti berjejer wisata selfie ~

Sabtu itu, di sebuah hari pada bulan Mei 2021, saya menyeret si Kidil menjelajah Bogor Barat. Yay lewat Puraseda lagi, ketemu Curug Lontar sama Curug Koneng.

Jalanan masih agak hancur waktu itu, tapi beberapa udah ada dibeton. Masih baru betonnya, nais!

Sampai akhirnya saya berada di suatu daerah asing… masih Bogor tapi udah lagi gak berasa Bogor. Untung jalanannya hanya lurus meski berkelok-kelok.

I see, soalnya jalanannya emang pinggir bukit persis.

Bukit Cianten

Jalanannya mixed… feeling. Campuran aspal sama beton. Kadang mulus, kadang gradag-grudug, kadang bagus tapi ada yang suka cilukba, yup si lobang-lobang durjana ituh.

Oiya, betewe saya berangkat dari kosan itu agak siang jam 11an kalo gak salah, jadi pas saya liat jam seudah hampir pukul 3.

Saya liat simbah Gugel, katanya saya udah di deket Cianten, tapi masih 20km-an lagi katanya. Oala masi lumayan yak.

Tapi biarin deh, jalanannya meski gak karu-karuan dan penuh lika-liku kek hidup saya ini, seenggaknya pemandangan di sebelahnya bagus… Maksudnya bagus ya standar perbukitan sih, emang dasar saya orang kota aja yang norak wakakak.

Udaranya juga udah adem begete.


Surga kecil di perbatasan

Sampai saya akhirnya nemu plang perkebunan teh milik PT… apa gituh. PTPN ya?

Emang bener sekarang hutan belantara di kanan kiri saya uda berubah jadi perkebunan teh kayak di Puncak atau di Bandung itu. Wew, luas lagi. Cuma sayang saya gak foto karena terlena dengan pemandangan hehe.

Saya terus jewer si Kidil sampe kebun tehnya abis, terus ada plang tulisannya Bukit Cianten, sama ada gerbang kayu. Coba mampir ah…

Ada beberapa sepeda motor yang tergeletak jadi saya ikut geletakin juga si Kidil.

Tiba-tiba ada orang, cukup ramah, ngasih saya tiket parkir. Meski tiketnya dobel, tapi orang yang saya tebak adalah petugas pengelolanya ternyata udah totalin jadi Rp13K. Guud!

Bukit Cianten

Ok, saya melipir sebentar ke warung, udah setengah empat. Sinyal hape Ind*sat pada saat itu cuma sesekali dapet 4G, itu pun cuma 1 bar aja.

Kelar makan, dirikuh nanjak beberapa anak tangga. Mungkin ada kali sekitar 20-an.

Anak tangganya masih tanah merah btw, jadi bisa jadi super licin kalo hujan.

gledegledegledeg..

Tuh, bener kan, bentar lagi ujan ~

Wak! Ujan?! Iya loh pas saya liat ke atas langit uda item. Belom item-item banget sih langitnya, tapi saya untungnya saya liat di atas ada tempat neduh. Asique!

Bukit Cianten

Saya duduk sebentar di saung yang sepi. Bener-bener cuma ada saya doang. Sendirian. Lha tadi kendaraan pada berserakan di bawah punya siapa aja yak?

Yaudah intinya saya duduk di saung bambu, kutak-katik kamera ngeliat settingan yang saya nggak tau mau saya apain, terus gerimis deh.

Duh, asrinya masyaAllah saya jadi ngantuk. Bobokk ah… zzz *groookkk *ileran


Keistimewaan highland

Pas bangun ternyata udah jam 4 lewat, masih ujan. Tapi bangun tidurkuh tadi puas betul! Meski cuma setengah jam bobok, tapi segernya dobel.

Seger karena abis tidur siang, seger karena ya udaranya emang lagi beneran seger ba’at.

Saya duduk, termenung, ngeliat hujan rintik-rintik sesekali ada kilat kecil sama gemuruh yang bersahabat.

Ya semoga gak ada geledek depan mata tiba-tiba JEDDEERRRR ajah ~

Btw ada peringatan waktu saya naik, intinya kalo ujan kalo bisa turun soalnya takut kesamber. Hiii… Saya jadi agak panik pas inget itu.

Tapi untung ujannya udah reda-an. Awan udah mulai tercerai-berai. See you never awan-awan item!

Padahal tadi rencananya mau sambil liat sunset, tapi… ya kekubur awan semua.

Saya, masih ada di dalem saung, masih mager buat gerak karena pewenya udah level max.

Bukit Cianten

Akhirnya penasaran juga mau liat pemandangan sambil cekrak-cekrek.

Weee, angin semilir bikin hidung seger. Apalagi ditambah sama aroma paska hujan. Subhanallahi wabihamdih mantepnya.

Saya liat beberapa tempat-tempat selfie yang tanpa ada manusianya satu pun itu. Wah, I’m free…!

Jadilah saya goyang-goyang di tengah antah berantah kayak abis kerasukan jin dan jun! Moga-moga gak tiba-tiba kesamber geledek kayak di kartun-kartun.

Terus saya abis itu coba pengen melangkah lebih jauh lagi, jadi saya berbalik ke area ujung.

Eh, ada saung juga di pojokan. Pas saya perhatiin, di dalemnya ada orangnya, anak muda juga. Dan eh, mereka ngeliatin saya, mungkin pikirnya itu siapa yang ngelepasin wa awung dari kandang?

Duh, malu eiqe udah goyang-goyang kek orang kelojotan tadi.

Okeh, mode jaim sekarang ON.


Biasa namun bikin rindu

Isi bukit ini gak terlalu istimewa. Cuma saung sama tempat selfie ajah. Tapi… pemandangannya itu loh gak setiap hari saya bisa liat di depan jendela gedung kantor.

Bukit Cianten

Yaudah, saya eksploring punggung bukitnya, menikmati keasrian yang di atas dataran tinggi, mencoba bersahabat dengan para bukit.

Di tengah kebijaksanaan yang sedang saya bangun, melihat kemegahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa, saya mengajak berbicara kepada bukit-bukit itu,

“AYOK BUKIT-BUKIT SEMUA, KITA PADA JOGET TIKTOK NYOOKK!!!”

Fun fact, Anandastoon nggak punya akun Tiktok. Adanya Instagram tok. Cek deh di halaman beranda ~

Tapi ya Bukit Cianten ini emang cuma ada wahana selfie doang sih. Itu pun cuma beberapa pijakan kayu doang. Maksud saya ya standar kayak wisata bukit selfie yang lain.

Yang saya suka, tiketnya udah all in di bawah, gak setiap pijakan selfie ditagih dompet sama pengelolanya kayak di situ tuh… Makanya baguslah kata orang-orang itu tempat uda sepi yang tadinya super viral wakakak.

Okeh, bensin insipirasi dan motivasi saya udah keisi, tinggal pulang dan happy ~

Thank you bukit, especially Bukit Cianten yang sedang saya bahas di sini. Dan thank you juga pengelolanya yang ramah.

Ya kalau mau rame emang harus ramah. Orang wisata kan pengen bangkitin mood. Kalo liat petugasnya aja uda jutek ya sia-sia dong. Apalagi tempat wisata serupa udah banyak dan menjamur udah kayak bisnis kafe di tengah kota.

Ok, saya balik deh ke Jokath, solat asar dulu di musala bawah. Adeemmm!

Tapi sayangnya gak ada angkot ke sini…


Galeri

Bukit Cianten Bukit Cianten Bukit Cianten Bukit Cianten Bukit Cianten Bukit Cianten Bukit Cianten

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
πŸ€— Selesai! πŸ€—

Nilai Keterbacaan

Polling

Sugesti

Permainan

  • Sebelumnya
    Episode Piknik Terabaikan #1: Gunung Prau

    Berikutnya
    Flashback Kilat: Pangandaran, Pantai Timur & Barat



  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Minta Komentarnya Dong...

    Silakan tulis komentar kalian di sini, yang ada bintangnya wajib diisi ya...
    Dan jangan khawatir, email kalian tetap dirahasiakan. πŸ˜‰

    Kembali
    Ke Atas

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Apakah artikelnya mudah dimengerti?

    Mohon berikan bintang:

    Judul Rate

    Desk Rate

    Terima kasih telah membaca artikel Anandastoon!

    Dan terima kasih juga sudah berkontribusi menilai kemudahan bacaan Anandastoon!

    Ada saran lainnya untuk Anandastoon? Atau ingin request artikel juga boleh.

    Selamat datang di Polling Anandastoon.

    Kalian dapat iseng memberi polling seperti di Twitter, Facebook, atau Story Instagram. Pollingnya disediakan oleh Anandastoon.

    Kalian juga dapat melihat dan menikmati hasil polling-polling yang lain. 😊


    Memuat Galeri Poll...

    Sebentar ya, Anandastoon muat seluruh galeri pollnya dulu.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Asik poll ditemukan!

    Silakan klik salah satu poll yang kamu suka untuk mulai polling!

    Galeri poll akan terus Anandastoon tambahkan secara berkala. πŸ˜‰

    Judul Poll Galeri

    Memuat poll...

    Sebentar ya, Anandastoon memuat poll yang kamu pilih.
    Pastikan internetmu tetap terhubung. πŸ˜‰

    Masih memuat ~

    Sebelum memulai poll,

    Anandastoon ingin memastikan bahwa kamu bukan robot.
    Mohon agar menjawab pertanyaan keamanan berikut dengan sepenuh hati.
    Poll yang 'janggal' berpotensi dihapus oleh Anandastoon.
    Sebab poll yang kamu isi mungkin akan bermanfaat bagi banyak orang. πŸ€—

    Apakah nama hari sebelum hari Kamis?

    Mohon jawab pertanyaan keamanan ini. Jika jawaban benar, kamu langsung menuju pollnya.

    Senin
    Rabu
    Jumat
    Sabtu

    Wah, poll telah selesai. πŸ€—

    Sebentar ya... poll kamu sedang di-submit.
    Pastikan internetmu terhubung agar dapat melihat hasilnya.

    Hasil poll πŸ‘‡

    Menunggu ~

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini Anandastoon akan menebak apa artikel yang mungkin menarik bagi kalian untuk baca.

    Temanya bermacam-macam, mulai dari humor, opini, horor, dan yang lainnya. 😊

    Ups, sepertinya fitur ini masih dikembangkan Anandastoon.
    Rajin-rajin cek ya, barangkali sudah selesai suatu saat.

    Rencananya di sini kalian dapat main game langsung di artikel yang baru saja kalian baca! Wew!

    Ingin main game Anandastoon yang lain? Kalian dapat klik menu di pojok kiri bawah dan pilih Game Anandastoon. 😊