Cerita dari Primbon #58: Rumahku

Cerita Dari: ?

Aku baru saja membeli rumah di daerah Cimanggis, tepatnya di Jalan Raya LeuwiNanggung. Rumah tsb sangat membutuhkan renovasi secepatnya karena memang aku belum mempunyai tempat tinggal dan selama renovasi aku tinggal bersama ortuku, untuk memperkecil pengeluaran aku menyuruh para tukang untuk tinggal di rumahku itu sebenarnya rumah tsb masih layak pakai.


Dari cerita tukang yang bekerja, mereka mengatakan setiap malam mereka selalu mendengar suara2 aneh dirumahku itu seperti bangku didorong, orang mandi di sumur, suara wanita tertawa dan wanita berkebaya hijau di ruangan tengah rumah.
Aku dan ibu hanya bisa diam mendengar cerita2 tukang tsb, ibuku mengatakan banyak2lah sholat dan berdoa kepada Allah untuk menghindari godaan mahluk halus.
Kebetulan aku dan ibuku adalah orang yang sensitif tentang mahluk gaib mungkin karena pengalamanku yang sering mendengar suara2 aneh waktu aku masih tinggal di Medan dulu.

Singkat cerita renovasi selesai selama 8 bulan dan aku pun melakukan selamatan atas rumah tsb dan tak lupa menanam kepala kambing yang dipercayai dapat menangkal mahluk halus walaupun sebenarnya aku kurang percaya dengan ritual tsb.
Pada malam pertamanya aku, ibu dan bapak tidur diruangan tamu karena aku takut tidur sendirian dikamarku jadi kuajak ortuku tidur bersama diruangan tengah.

Pada malam itu aku tak dapat memejamkan mata sedetik pun, sementara ibu dan bapak sudah mendengkur mungkin mereka kecapean setelah selamatan.
“Teng…. teng…. teng…..” jam dinding berdetak 12 kali aku masih saja melek memandangi langit2 dinding rumahku tiba tiba….”sruk….. sruk….. sruk….. byuuur….” suara seperti orang mengambil pasir dan melemparkannya ke ayakan pasir.

Jantungku berdebar dan badanku terasa panas….. “suara apaan tuh?” kataku perlahan
Lalu aku mendengar lagi…. lagi… dan lagi…. sepertinya suara itu datang dari halaman depan .
Aku bangunkan ibuku lalu kamipun mengintip keluar jendela, tapi tak ada apa apa.
Jangankan suara orang, jangkrik saja tak ada……
Ibuku berkata mungkin hanya perasaanku saja untuk meyakinkannya ibu dan aku tidak tidur.
Lalu kami mendengar suara itu lagi.

Jam dinding berbunyi kembali 4 kali, dan aku mendengar suara orang membanting ember lalu menyalakan kran dan seperti orang mencuci tangan, suara itu sangat nyata aku dengar lalu Ibuku berkata “oh mungkin mereka akan pulang karena ini jam 4 subuh sebentar lagi tahrim”. Tahrim artinya waktu menjelang sholat subuh dan biasanya ada suara pengajian dari mesjid.

Dari kejadian itu aku sangat takut untuk tidur sendirian di kamarku dan bukan hanya itu saja aku juga sering mendengar suara sendok didapur kala aku dan pembantuku sedang makan .
Aku tak mengerti kenapa rumahku itu begitu menyeramkan padahal setiap magrib aku selalu membancakan ayat ayat kursi dan alquran, aku hanya bisa berdoa kepada Allah semoga rumahku itu di lindungi dari mahluk halus dan orang2 yang berniat jahat kepadaku

Ada yang belum jelas? Mengapa tidak berkomentar? :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • Ingin me-request sesuatu untuk saya bahas/saya posting? Saya akan pertimbangkan saran pembaca semuanya. Saya membuka saran kalian di kategori jalan-jalan, atau masalah sosial, atau cerita horor. Pastikan tidak spam, promosi, atau request konten dewasa. Atau bisa juga request fitur blog atau bahkan komplain.

    Isi request kalian di sini:

    Surel Anda (wajib)

    Apa yang ingin Anda request, sebuah deskripsi singkat (wajib)

    Terima kasih. :)