Cerita Dari: Mona, Nelli, dan Rosita

Saat itu, di sekolah saya ada acara diklat karate. Pada tengah malam yang sunyi sepi, acara diisi dengan jeritan malam. Sekolahku terkenal angker, apalagi dahulunya ada seorang yang meninggal dengan posisi duduk. Saat acara jeritan malam akan dimulai, para anggot karate yang lama menyamar menjadi hantu pocong, kuntil anak. Dan hantu pocong yang sebenarnya hantu samaran itu berada di kamar ganti wanita yang konon kamar ganti tersebut sangatlah angker. Pada saat acara tersebut dimulai, saya di uji nyalikan di tempat ruang ganti itu. Saya sebenernya sudah tahu rencana para anggota karate yang lama untuk menyamar sebagai hantu dan di kamar tersebut di letakkan satu hantu pocong.

Saat saya sudah ada di ruang ganti, saya hanya duduk diam memandangi sekitar dan meyakinkan diri saya agar saya tidak takut. Saya yakin di kamar ganti itu hanyalah hantu palsu. Tapi saat saya melihat hantu tersebut, tiba-tiba diruang ganti tersebut ada 2 hantu. Padahal di ruang ganti tersebut hanya di beri satu hantu palsu. Dan saya mencoba meyankinkan kepada semua orang yang mengikuti jeritan malam tersebut agar mereka percaya pada kejadian yang saya alami. Mereka semua percaya akan kejadian itu, karena mereka tahu kalau di ruang ganti tersebut ada penunggunya.

Kiriman : Mona, Nelli dan Rosita (SMPN 1 Sidoarjo)

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas