Because Of You

Disney Encanto, Adegan Menuju Klimaks

Saat Mirabel berkata kepada neneknya, “Keajaiban sekarat, ‘because of you’ (karena dirimu)” sesaat sebelum terjadinya momen klimaks pada film animasi Disney Encanto, saya tiba-tiba terklik sesuatu.

Momen “Because of you” tersebut terngiang-ngiang di kepala saya sesaat setelah film selesai. Entah kenapa, momen tersebut mengingatkan saya kepada beberapa kejadian dalam kehidupan saya di masa lalu.

Setelah saya kembali ingat-ingat, ada tiga saat yang membuat saya secara tidak langsung menyahut ‘because of you’ kepada orang lain di akhir percakapan.

Berikut tiga buah percakapan tersebut, yang pastinya sudah saya ubah menjadi lebih dramatis. Namun jangan khawatir, maksudnya masih sama.

Percakapan berikut akan saya beri inisial “A” untuk saya, dan “O” untuk orang lain yang menjadi lawan bicara saya.


Because of you #1

Dimulai dari percakapan saya dengan seseorang yang saya temui berkali-kali mengeluh bahwa hidupnya tidak bahagia. Saya mencoba memberi dia tips, namun dia sepertinya tidak menjalankannya.

Saya menyuruhnya untuk membuat catatan kemajuan tentang apa saja yang ia lakukan hari ini, kemudian saya mungkin dapat memberinya bantuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tetapi ia tidak kerjakan.

Ditambah, ia begitu jeli saat ada orang melakukan kesalahan. Di satu sisi ia iri dengan orang seusianya yang sudah memiliki kendaraan dan rumah mewah.

O: Nan, kenapa saya masih tidak bahagia?

A: Saya tidak tahu. Mungkin karena dirimu tidak pernah mengejar kebahagiaan tersebut?

O: Saya pengen bahagia Nan, saya lihat orang-orang sudah beli sepeda motor baru, mobil baru, rumah baru.

A: Itu! Itu yang buat dirimu tidak bahagia. Kau hanya melihat kebahagiaan dari materi, entah harta atau jabatan. Kau hanya mengukur kebahagiaan hanya dari materi!

O: Setiap orang juga kan Nan?!

A: Kalau begitu kejarlah harta dan jabatan itu. Jangan kau mengharapkan kebahagiaan sebelum kau dapatkan materi itu. Sekarang lihat dirimu: usaha tidak ingin, setiap tips dari saya kau abaikan, kau bahkan tidak peduli dengan dirimu sendiri. Setiap hari hanya disibukkan melihat orang-orang sukses dari sisi materi saja. Kau bahkan tidak peduli seberapa keras mereka bekerja.

Masih A: Kau tidak bisa bahagia jika kelakuanmu masih seperti ini. Lalu kau masih sempat-sempatnya bertanya mengapa dirimu masih tidak bahagia. Bukan harta yang membuatmu tidak bahagia. Kebahagian tidak menghampirimu, BECAUSE OF YOU!


Because of you #2

Selanjutnya ada seorang ibu muda (beda sedikit usia dengan saya) yang mengeluh bahwa birokrasi di negara ini sangat sulit. Ia merasa kepayahan jika harus mengurus surat-surat ke instansi pemerintahan setempat, entah kelurahan atau kecamatan, sebab ia kerap dipersulit kecuali ada uang ‘pelicin’.

Saat saya berbicara mengenai anaknya, ia ingin anaknya nanti menjadi PNS. Alasannya memaksa anaknya nanti menjadi PNS adalah demi mendapat gengsi dan penghasilan yang besar.

A: Saya tidak paham, kau ingin negara aman dari korupsi sedangkan kau memaksa anakmu menjadi PNS?

O: Terus hubungannya apa? Suka-suka saya anak saya jadi PNS.

A: Kau sudah tahu kalau PNS itu tugasnya adalah melayani rakyatnya?

O: (terdiam)

A: Kau sendiri hanya ingin anakmu menjadi PNS karena gaji dan gengsi. Kau tidak akan peduli bagaimana kinerja anakmu nanti dalam melayani masyarakat. Kau hanya peduli dengan gengsimu sendiri dengan memaksa anakmu menjadi sesuatu yang belum tentu ia inginkan. Padahal kau tahu hadits “Jika suatu urusan diserahkan pada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” Tapi kau sendiri yang mengacuhkannya.

Masih A: Sekarang nikmatilah jika kau dipersulit birokrasi pemerintah. Sebagian dari mereka yang bekerja di sana tidak peduli denganmu, bahkan banyak dari orang tua mereka hanya menginginkan gengsi dan gaji dari anaknya yang jadi PNS itu saja. Birokrasi pemerintah berantakan, BECAUSE OF YOU!


Because of you #3

Ini adalah masalah perbedaan pandangan dalam agama Islam atau disebut dengan “khilafiyah”. Misalnya, ada ulama yang membolehkan musik dan mengharamkannya. Atau ada ulama yang berpendapat bahwa tarawih harus 20 rakaat dan 8 rakaat.

Semua ulama tersebut berhak diikuti, selama para ulama tersebut kuat ilmunya, memiliki karya kitab terkenal, dan muslim tidak ‘seenaknya’ sendiri menentukan ulama mana yang ingin mereka ikuti tanpa adanya pembimbing yang juga kuat ilmu agamanya.

Saya waktu itu sedang berbicara tentang khilafiyah ini, tiba-tiba ada seseorang yang menuduh saya tidak cinta Rasulullah saw. hanya karena saya tidak sepaham dengan dia.

A: Kenapa dirimu berdebat masalah ini?

O: Karena saya cinta Rasulullah saw.!

A: No, you don’t! Kau tidak cinta dengan Rasulullah. Kau hanya cinta kepada ego dan nafsumu sendiri. Kau buat orang-orang tidak aman dengan mencari dan berdebat dengan mereka yang tidak sependapat denganmu. Bahkan yang kau debati itu adalah muslim yang masih shalat dan menjalankan rukun Islam. Dengan kelakuanmu seperti itu sekarang kau catut nama Rasulullah saw yang mulia dengan mengatakan bahwa kau cinta kepada Beliau.

O: Kan saya hanya menyampaikan satu ayat!

A: Ya, kau sampaikan satu ayat, dan kau langgar sisanya. Bahkan kau masih dengan bangga merasa bahwa dirimu adalah termasuk orang-orang yang melakukan perbaikan. Belum cukup dengan itu, kau tuduh orang kafir dan non-muslim yang sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri sebagai orang yang ingin merusak Islam!

Masih A: Islam tidak rusak karena mereka. Citra Islam rusak, BECAUSE OF YOU!

(Wallahu A’lam)


Yup, ketiga dialog itulah yang menjadikan saya terklik saat adegan Mirabel berbicara “Because of you!” kepada neneknya tepat sesaat sebelum klimaks besar. Dan tentunya, saat saya berkata “BECAUSE OF YOU!” kepada orang lain, bayangkan ekspresi saya seperti Mirabel, yakni ekspresi prihatin, bukan ekspresi marah, apalagi berteriak.😉

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas