Butter Cookies

urban legend by : anandastoon

Hari ini adalah ulang tahunku, kulihat suamiku membawa bungkusan besar yang sudah kuduga itu adalah hadiah untukku. Bungkusan itu tampak mewah, merupakan anugrah bagi istri sepertiku untuk mendapatkan seorang suami yang kaya-raya.

Ia duduk di sampingku, tersenyum kepadaku. Kemudian ia bergerak ke sebuah laci dapur dan mengeluarkan kaleng butter cookies yang ia taruh kemarin untuk kami nikmati bersama malam ini.

Ia membukanya di tengah temaram lilin nan romantis, aku mengambil satu keping kue favoritku, dan dia mengambil satu kepingnya yang lain. Kami mulai memakannya sambil tersenyum dan bertukar pandang. Malam ini akan menjadi malam yang membahagiakan.

Tak lama, suamiku kemudian memegang perutnya, wajahnya tumbang ke meja makan. Racunnya kurasa bekerja dengan cepat, aku tidak sabar menjadi ahli warisnya.

  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


    Diskusi dengan Anandastoon


    Anandastoon baru saja buat forum untuk diskusi dengan sesama pembaca. Temanya banyak, mulai dari pengalaman horor, menarik, travelling, curhat, tanya jawab, programming, dan lain sebagainya. Mari kunjungi Forum Anandastoon

  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Kembali
    Ke Atas
    Mode Gelap