Pasien Bunuh Diri

urban legend by : anandastoon

Malam itu saat sedang bertugas, aku melihat salah satu pasienku dengan muka yang begitu murung berjalan menuju tangga lantai atas yang remang-remang. Diam-diam aku ikuti dia yang sedang menuju bagian rooftop rumah sakit.

Kulihat pasien itu menuju pagar berlubang yang sedang dibetulkan, berdiri di pinggir, menghadap ke bawah.

Aku yang tiba-tiba tersadar langsung menuju pasien tersebut dan berusaha menyelamatkannya. Namun sial, pasien tersebut lebih dahulu melompat dan aku hanya dapat mengejarnya tepat tiga langkah sebelum tepi gedung.

Aku melihat kebawah, ke arah kebun gelap yang terbengkalai, menyesali perbuatan tadi.

Aku akhirnya berbalik, dan kemudian aku teringat bahwa pintu sebelum ruang atas terkunci. Hanya dokter yang diizinkan membukanya, jadi mustahil ada pasien dapat masuk.

Bersamaan dengan itu, seutas tangan menarikku dengan kencang dari bawah.

Suka
Komentar
pos ke FB
pos ke Twitter
  • Selesai membaca? Jangan pergi dulu! 😉

    Minta waktunya sebentar dong, plis sebentaaarrr doang. Gak sampe 5 menit saya janji. Anandastoon minta saran dan komplain kalian di formulir berikut untuk membuat situs ini menjadi lebih baik. Komplain kalian sangat berarti bagi Anandastoon. Makasih ya sebelumnya.
    Oiyak! Untuk melihat apakah saran kalian didengar Anandastoon atau tidak, bisa cek ke halaman penerapan komplain berikut...


  • 0 Jejak Manis yang Ditinggalkan

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Kembali
    Ke Atas