Urban Dilemma #13: Bus Pariwisata

Bus Pariwisata oleh: anandastoon “Naik, naik, ke puncak gunung… tinggi-tinggi sekali.” Suara nyanyian anak-anak yang imut itu benar-benar membuatku terpesona. Perjalanan pariwisata kali ini menjadi benar-benar sesuatu bagiku sebagai tenaga pengajar. Aku, telah menjadi pengajar di sekolah dasar ini selama bertahun-tahun. Bertemu dengan anak-anak imut setiap harinya selalu membawa kenyamanan …

Baca Selengkapnya

Urban Dilemma #12: Sepatu

Sepatu oleh: anandastoon Pagi itu sebelum aku berangkat kerja, aku dan istriku melihat ada anjing liar yang tiba-tiba masuk ke rumahku dan menggigit sepatuku kemudian membawanya pergi entah kemana. Istriku tentu saja langsung berdiri tegap dan berusaha mengejarnya sedapatnya.

Urban Dilemma #11: Indomie

Indomie oleh: anandastoon Siapa yang tidak tahu Indomie? Merk mie instan yang selalu diagung-agungkan oleh orang yang memang sedang kelaparan ingin menyediakan makanan dengan anggaran yang sangat ekonomis. Aku lapar, udara pun terlihat sedikit tidak bersahabat. Kulihat dari jendela sudah mulai banyak awan yang sepertinya ingin mengadakan reuni besar-besaran.

Urban Dilemma #10: Kesendirian

Kesendirian oleh: anandastoon Beginilah hidupku, di tengah kesendirian. Belum menikah, meski sudah memasuki usia 30. Setiap hari hanya hidup di depan komputer mengerjakan apapun yang bisa aku kerjakan. Selesai dari pekerjaanku, aku hanya dapat berbaring, menatap langit-langit yang tidak memiliki bintang. Aku hanya menunggu sebuah kebosanan yang aku harap dapat …

Baca Selengkapnya

Urban Dilemma #9: Gunung

Gunung oleh: anandastoon “Tidak! Aku ingin daki gunung besok!” Aku teriak. “Jika ibu bilang jangan, ya jangan! Percayalah, ibu lebih tahu dan lebih punya insting yang kuat mengenai anaknya!” “Tapi ini sesekali bu! Pokoknya aku akan tetap naik gunung!” Kataku dengan keras kepala sambil membanting pintu.

Urban Dilemma #8: Lucunya Anak Kita

Lucunya Anak Kita oleh: anandastoon Album itu kembali kubuka. Pancaran kebahagiaan mengalir dari setiap foto-fotonya. “Pah, lihat anak kita pah…” Aku memanggil suamiku. Dia lantas menghampiri. “Dia benar-benar menggemaskan, lucunya anak kita mah. Kita seharusnya benar-benar beruntung memiliki anak seperti ini.” Suamiku menambahi pembicaraanku.

Urban Dilemma #6: Wahana Wisata

Wahana Wisata oleh: anandastoon Sarah, begitu kami memanggilnya. Dia adalah seseorang yang dikenal ceria di kalangan teman-temannya. Sebenarnya dia adalah anak yatim, dan kami benar-benar merasakan dalamnya kesedihan yang dialami olehnya. Sarah tidak memiliki saudara kandung sehingga dia seringkali kesepian karena ibunya bekerja menggantikan mendiang ayahnya sebagai pedagang sayur keliling.

Urban Dilemma #5: Mudik

Mudik oleh: anandastoon Bahagianya Teuku dapat pulang kampung menuju kampung halamannya di Aceh. Momen yang membuatnya begitu berdegup sepanjang perjalanan mengingat sudah delapan tahun dia bekerja tanpa memiliki waktu untuk bertemu dengan handai tolannya. Segala sesuatunya dia siapkan dengan matang, tanpa ada sesuatu yang terlewat.

Urban Dilemma #4: Pernikahan

Pernikahan oleh: anandastoon Kalian pasti tidak percaya jika kami telah berpacaran sedari kami mengenyam di sekolah menengah. Mungkin takdir pun sepertinya berpihak pada kami. Buktinya, ternyata pacarku juga hadir dan duduk satu kelas pada kampus yang sama denganku. Awalnya berpikir kami akan menempuh kehidupan masing-masing selepas SMA. Namun suratan takdir …

Baca Selengkapnya


  • Ingin me-request sesuatu untuk saya bahas/saya posting? Saya akan pertimbangkan saran pembaca semuanya. Saya membuka saran kalian di kategori jalan-jalan, atau masalah sosial, atau cerita horor. Pastikan tidak spam, promosi, atau request konten dewasa.

    Isi request kalian di sini:

    Surel Anda (wajib)

    Apa yang ingin Anda request, sebuah deskripsi singkat (wajib)

    Terima kasih. :)